Jumat, Polda Metro Kembali Gelar Tes Rapid dan Swab di Petamburan

Jumat, Polda Metro Kembali Gelar Tes Rapid dan Swab di Petamburan

 

khabarberita.com | Polda Metro Jaya berencana kembali menggelar tes rapid dan swab di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (27/11/2020). 

Rangkaian tes kesehatan itu dilakukan guna melacak sebaran Covid-19 setelah adanya kerumunan acara Maulid Nabi dan pernikahan putri pemimpin ormas Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. 

"Sabagai bahan informasi Jumat besok, kita akan rapid dan swab masal di Petamburan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Kamis (26/11/2020). 

Yusri menjelaskan, kegiatan tes rapid dan swab dilakukan dengan melibatkan TNI dan gugus tugas pemda. 

"Bagi warga di Petamburan yang merasa pernah ada sentuhan dalam kerumunan untuk bisa sadar melakukan rapid dan swab tes," kata Yusri. 

Yusri menegaskan, jajarannya tidak akan memberikan sanksi kepada masyarkat yang menolak mengikuti rangkaian tes kesehatan itu. 

Kepolisian akan mengedepankan langkah persuasif terhadap warga agar ingin mengikuti rapid dan swab. 

"Kita mengharapkan secara persuasif dulu. Pak Kapolda kemarin menyampaikan ini kemanusiaan, jangan sampai terjadi klaster penyebaran Covid-19," ucapnya. 

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo sebelumnya meminta Lurah Petamburan Setiyanto menjadi titik awal tracing dari kerumunan di acara Rizieq Shihab. 

Setiyanto sempat memantau acara tersebut yang dihadiri ribuan orang tersebut. 

Kemudian setelah menjalani tes beberapa hari kemudian, ia dinyatakan positif Covid-19. 

“Mulailah dengan tracing dari Lurah Petamburan. Selanjutnya tes massal dari keluarga inti semua yang positif,” kata Doni dalam rapat koordinasi penanggulangan Covid-19 secara virtual, lewat keterangan tertulis, Sabtu (21/11/2020). 

Doni mendapat laporan bahwa petugas kesehatan di Petamburan dan Megamendung kesulitan untuk melakukan pelacakan. 

Mereka mengaku dihalang-halangi ketika hendak masuk melakukan tracing dan tracking. 

Doni menyatakan, dibutuhkan kerelaan hati dari masyarakat untuk melakukan swab, utamanya bagi yang pernah mengikuti kerumunan termasuk selama liburan panjang dan demonstrasi Omnibus Law UU Cipta Kerja. 

Doni mengharapkan dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat di setiap daerah, termasuk para Ketua RT dan Ketua RW setempat. 

“Sampaikan bahwa kami akan melakukan test massal, dimulai dari keluarga inti yang positif. Ini bagian dari upaya memutus mata rantai penularan Covid-19. Upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak," kata Doni. 

"Karenanya perlu kerja sama yang baik dan harmonis. Semua harus dilakukan dengan pendekatan humanis,” lanjut Doni.


Load comments