16 Tahun Tsunami Aceh 2004, Begini Kronologi dan Penyebabnya
News
Jakarta - khabarberita.com | Kajian kronologi dan penyebab tsunami Aceh 2004 selalu menarik dipelajari sebagai upaya antisipasi.
Memperingati 16 tahun tsunami Aceh, peristiwa ini mengingatkan pentingnya membaca tanda alam.
Peneliti BPPT Wisyanto alam tulisan bejudul Tsunami Aceh 2004 Sebagai Dasar Penataan Ruang Kota Meulaboh menjelaskan sekilas kronologi dan penyebab tsunami Aceh 2004. Studi ini menjadi bekal upaya mitigasi bencana di provinsi tersebut.
Penjelasan kronologi dan penyebab tsunami Aceh 2004
A. Kronologi tsunami Aceh 2004
Wisyanto mengutip laporan USGS pada 2004 menjelaskan, tsunami Aceh 2004 diawali gempa bumi tektonik pada Minggu (26/12/04). Gempa pada pukul 07.59 WIB berpusat di titik 3.316°N, 95.854°E dengan kekuatan 9,1 Mw.
Gempa tersebut memicu dan menjadi kronologi tsunami Aceh 2004, yang terus diingat hingga sekarang. Getaran gempa ternyata dirasakan juga di Sri Lanka, India, Bangladesh, Thailand, Maladewa, Malaysia dan Somalia.
PBB menyatakan tsunami Aceh 2004 sebagai bencana kemanusiaan terbesar yang pernah terjadi. Dunia internasional bergerak melakukan evakuasi dan pemulihan di provinsi Aceh. Kejadian ini membangun kesadaran pentingnya mitigasi bencana.
Penjelasan seputar kronologi dan penyebab tsunami Aceh 2004 juga diungkapkan dalam riset ITB tahun 2007 dan studi BMKG di 2017. Kejadian serupa berisiko kembali terjadi, namun kerugian dapat ditekan jika ada upaya antisipasi dini.
B. Penyebab tsunami Aceh 2004
Kronologi dan penyebab tsunami Aceh 2004 dipicu gempa bumi tektonik yang sangat kuat. Tulisan Abdi Jihad dan Vrieslend Haris Banyunegoro PMG Stasiun Geofisika Mata Ie Banda Aceh menjelaskan penyebab terjadinya gempa bumi tektonik.
Gempa disebabkan pergerakan lempeng bumi di bawah pulau Sumatera termasuk provinsi Aceh. Dalam tulisan berjudul Melihat Potensi Gempabumi dan Tsunami Aceh, ada tiga zona yang bisa menyebabkan gempa dengan kekuatan tak bisa diperkirakan.
Tiga zona yang bisa jadi penyebab tsunami Aceh 2004 atau gempa lain di wilayah Sumatera:
1. Zona subduksi
Di zona ini terjadi pertemuan lempeng Indo-Australia yang menyusup di bawah lempang Eurasia. Lempeng menyusup dengan kecepatan 50-70 mm/tahun di sepanjang palung Sunda.
2. Zona patahan Sumatera
Zona ini terdiri atas segmen Seulimin, Aceh, Tripaa, Batee, Pelisangan, dan Pidie. Pergerakan patahan yang rutin atau terjadi seketika dengan kekuatan besar bisa memicu tsunami.
3. Investigator Fracture Zone (IFZ)
Berikutnya adalah zona patahan yang juga bisa mengakibatkan gempa bumi. Jika pergerakan patahan melepaskan energi sangat besar, maka tsunami bisa saja terjadi.
Gempa bumi memiliki periode berulang, yang artinya potensi tsunami juga kembali terjadi di masa depan.
Kejadian gempa bumi yang mengawali kronologi dan penyebab tsunami Aceh 2004 mengingatkan agar memperhatikan sifat periode ulang gempa.
Pentingnya perhatian pada periode gempa juga diingatkan dalam riset Studi Mekanisme Gempa Bumi Aceh 2004 Menggunakan GPS, yang dilakukan Kelompok Keahlian Geodesi ITB.
Riset menyatakan adanya akumulasi deformasi sebelum terjadi gempa yang memicu tsunami.
Namun hingga 15 hari sebelum gempa tidak terjadi perubahan yang luar biasa pada permukaan tanah, atau penampakan muka bumi lainnya.
Deformasi hanya terjadi dalam ukuran milimeter yang terus terjadi hingga gempa bumi dialami warga Aceh.
Riset-riset selanjutnya membuktikan kronologi dan penyebab tsunami Aceh 2004 terjadi pula ratusan tahun sebelumnya.
Berbagai studi harus menjadi bekal pentinhnya membina kesadaran dan mitigasi bencana sejak dini.