Dari Mensos, Risma Bisa Jadi Gubernur hingga Capres 2024

Dari Mensos, Risma Bisa Jadi Gubernur hingga Capres 2024

 


Surabaya - khabarberita.comWali Kota Surabaya Tri Rismaharini akhirnya resmi dilantik Presiden Jokowi menjadi Menteri Sosial (Mensos). 

Sejumlah pengamat politik menyebut jabatan itu akan menjadi ujian Risma dalam karir politiknya ke depan.

Pakar psikologi politik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Andik Matulessy menyebut karir politik Risma akan melejit usai dilantik menjadi mensos. Namun dengan catatan, Risma tidak tersandung kasus.

"Seseorang yang sudah masuk di lingkaran kekuasaan akan terus melejit karirnya, asalkan tidak tersandung masalah berat seperti korupsi," papar Andik kepada detikcom, Rabu (23/12/2020).

Bahkan, lanjut Andik, jika Risma dinilai berhasil menjadi mensos, tidak menutup kemungkinan akan masuk bursa di Pilpres 2024. Atau setidaknya akan tetap menjadi bagian dari kabinet yang akan datang.

"Saya memprediksi apabila dia sukses menjadi mensos, akan ada kemungkinan masuk sebagai kandidat kuat untuk menjadi cawapres atau menjadi bagian dari kabinet berikutnya," terang Andik.

"Walaupun kemungkinan untuk menjadi kandidat gubernur juga mungkin, tapi biasanya tipe Risma itu adalah harus menuntaskan tugas (sebagai mensos) sampai selesai, baru mau ditugaskan ke posisi yang lain," imbuh Andik.

Senada, pengamat politik Universitas Airlangga (Unair) Kacung Marijan juga menyebut Risma bisa saja akan menjadi calon alternatif calon wakil presiden. Sebab, peluang itu masih sangat terbuka dan masih lama.

"Ya bisa saja kalau nanti Bu Risma berhasil menjadi mensos kemudian jadi figur alternatif cawapres mungkin," tutur Kacung.

"Ya itu masih lama sekali. Tapi ya itu bisa saja. Mensos ini kan sampai 2024 kan. Dan Pilkada serentak kan juga di 2024. Jadi masih lama," tambahnya.

Sedangkan untuk peluang maju di Pilgub DKI, Kacung menyebut semua tergantung ada keputusan PDIP. Meski begitu, ia menyebut Risma punya peluang baik masuk bursa Pilpres atau Pilgub DKI Jakarta.

"Semua tergantung partai. Kalau kemudian partai memutuskan Bu Risma maju di DKI 2022 ya maju," tukas pria yang juga menjabat Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) itu.

Kacung menjelaskan, peluang masih sangat terbuka bagi Risma apakah nantinya maju di Pilgub DKI Jakarta atau di Pilpres. Karena menurutnya ada kemungkinan Pilgub DKI Jakarta akan diundur dan digelar serentak di 2024 bersamaan dengan Pilpres.

"Ya saya tidak tahu persis, tapi apakah nanti Pilgub DKI Jakarta yang termasuk diundur atau tidak. Kalau termasuk diundur maka akan ikut di Pilkada Serentak 2024. Berarti kan akan ada kekosongan selama 2 tahun dan akan ada Plt sampai 2024. Kecuali kalau tidak lain lagi," tandas Kacung.

source

Load comments