Wagub Jabar Sebut Daerah Mesti Anggarkan Vaksin Corona

Wagub Jabar Sebut Daerah Mesti Anggarkan Vaksin Corona

 


Bandung, khabarberita.comWakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan daerah harus menyediakan anggaran untuk Vaksin Corona menyusul pembebasan biayanya oleh Presiden Jokowi.

Sebelumnya Jokowi menggratiskan  seluruh vaksin Covid-19 bagi masyarakat, dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Rabu (16/12) siang.

"Kalau pemerintah pusat sudah menggratiskan, kami akan mengikuti. Kepala daerah harus merespons dan menganggarkan untuk vaksin ini, tidak bisa tidak," ucap Uu di Bandung, Kamis (17/12).



Meski begitu, Uu mengaku kewenangan ini harus dibicarakan kembali dengan gubernur mengikuti arahan dari Presiden Jokowi.

"Itu bukan kewenangan saya. Tapi saya punya keyakinan Pak gubernur akan mengikuti arahan dari Pak Jokowi," ujar dia.

Terkait vaksinasi sendiri, Uu mengaku siap. Menurutnya, vaksin diperlukan mengingat rutinitasnya yang mengharuskan bertemu banyak orang sehingga membutuhkan kekebalan tubuh yang ekstra.

"Saya siap untuk kekebalan tubuh, apalagi saya kerja. Kalau divaksin saya juga siap," tuturnya.

Sekadar informasi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Jabar mengungkap hasil survei sebanyak 9 persen dari total responden Jabar tak bersedia menerima vaksin corona.

Emil, sapaan Ridwan Kamil menyebut berdasarkan survei tersebut, sebanyak 93 persen responden sudah mengetahui tentang vaksinasi Covid-19.

"Dari persepsi vaksin itu yang tidak bersedia hanya 9 persen, yang belum memutuskan 43,8 persen, dan sudah yakin 47,1 persen," kata dia di Bandung, Senin (14/12).

Dari responden yang menyatakan belum memutuskan untuk divaksinasi, lanjut Emil, disebabkan faktor warga yang ingin mendapatkan informasi yang lebih mendalam sebelum berkeyakinan untuk divaksin.



Selain itu, survei tersebut juga mengungkapkan bahwa sebagian besar warga Jabar menginginkan vaksin dari dalam negeri ketimbang impor.

"Dari 100 persen warga yang disurvei, 73,4 persen menginginkan vaksin dalam negeri. Oleh karena itu kita doakan vaksin dalam negeri ini lancar," ujar Emil.

source


Load comments