Ahli soal Rapid Test RI CePAD: Baru Bisa Deteksi Dini Corona

Ahli soal Rapid Test RI CePAD: Baru Bisa Deteksi Dini Corona

 

Jakarta, khabarberita.comEpidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman menyatakan alat tes cepat atau rapid test berbasis antigen, CePAD menyatakan belum layak digunakan untuk mendeteksi virus corona SARS-CoV-2. Dia mengatakan spesifisitas alat itu di bawah ketentuan.

"Sudah disampaikan bahwa untuk antigen itu kinerjanya minimum sensitivitas lebih dari 80 persen. Sensitivitas (CePad) sudah terpenuhi. Nah spesifisitas itu belum," ujar Dicky , Selasa (29/12).

Berdasarkan ketentuan Badan Kesehatan Dunia, Dicky menuturkan kinerja minimum sensitivitas RDT deteksi antigen (Ag-RDT) SARS-CoV-2 adalah 80 persen. Sedangkan spesitifitasnya minimal 97 persen.



Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro sebelumnya menyampaikan CePAD memiliki sensitivitas 85 persen dan spesifitas sebesar 83 hingga 84 persen.

"Kalau di bawah 97 persen ya tidak terlalu efektif. Tidak dalam program deteksi cepat. Jadi harus diupayakan ditingkatkan sesuai yang disarankan," ujarnya.

Meski belum layak digunakan untuk mendeteksi, Dicky mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Unpad. Terlebih, pengetesan saat ini masih menemui banyak masalah, mulai dari harganya yang mahal dan hasilnya keluar dalam waktu yang lama.

Lebih lanjut, Dicky menegaskan CePAD tidak bisa menggantikan peran RT-PCR dalam mendeteksi virus SARS-CoV-2. Namun, dia melihat CePAD bisa digunakan untuk deteksi dini.

"Ini tentu kita apresiasi. Namun tentu pemerintah tetap menempatkan ini pada porsi yang benar, sesuai rekomendasi internasional dan secara akademis," ujar Dicky.

Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono menilai CePAD harus siap bersaing dengan produk serupa yang sudah beredar di Indonesia. Namun, dia mengatakan CePAD bisa meningkatkan jumlah pengetesan jika layak digunakan.



"CePAD bisa dipakai, tapi nanti pasar atau masyarakat yang menentukan," ujar Pandu.

Pandu menambahkan pemerintah Indonesia tidak memiliki perencanaan yang baik dalam menangani pandemi. Misalnya, dia melihat jumlah tes di Indonesia kalah cepat dengan tingkat penularan.

source

Load comments