Debenhams Tutup Lapak, 12 Ribu Orang Kehilangan Pekerjaan

Debenhams Tutup Lapak, 12 Ribu Orang Kehilangan Pekerjaan

 

Jakarta, khabarberita.com -- Debenhams, jaringan ritel Inggris, akan menutup seluruh gerai tokonya. Diperkirakan, 12 ribu pekerja akan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Mengutip AFP, Senin (25/1), bisnis Debenhams lesu jauh sebelum pandemi covid-19 ada. Bahkan, bisnis Debenhams disebut berdarah-darah sejak bersaing dengan tren belanja online.

Namun, Debenhams akan melihat mereknya tetap hidup, setelah grup mode online Inggris, Boohoo, menegaskan akan membeli aset kekayaan intelektual mereka. Kemudian, Boohoo akan menjual aset-aset itu secara online.



Admistrator FRP Advisory mengatakan gerai toko Debenhams akan dibuka kembali setelah pencabutan kebijakan penguncian wilayah (lockdown) di Inggris.

"Setelah toko Debenhams dapat dibuka kembali dan likuidasi aset dapat dilanjutkan di toko-toko, situs web (penjualan online) akan dioperasikan oleh Boohoo," tulis FRP Advisory.

Setelah itu, FRP Advisory memastikan semua gerai toko Debenhams akan ditutup secara permanen.



Sumber anonim menuturkan sekitar 12 ribu orang yang menggantungkan mata pencarian mereka dari Debenhams akan kehilangan pekerjaannya.

Sementara, Boohoo hanya akan membeli aset dan data pelanggan, namun tak akan memanfaatkan sumber daya pekerjanya.

Dalam pernyataan terpisah, Boohoo mengungkapkan kesepakatan dengan Debenhams mencapai 55 juta poundsterling atau sekitar US$75 juta.

"Debenhams adalah pengecer mode dan kecantikan Inggris yang telah lama berdiri. Karenanya, kami akan membangun kembali dan meluncurkan platform online Debenhams," tandasnya.

src



Load comments