Deretan Wilayah Diterjang Banjir Bandang Awal 2021

Deretan Wilayah Diterjang Banjir Bandang Awal 2021

 

Jakarta, khabarberita.com -- Sejumlah daerah di Indonesia seperti Aceh hingga Maluku diterjang banjir bandang di awal tahun 2021.

Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir bandang di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas mengatakan peristiwa banjir bandang tersebut terjadi di Gampong atau Desa Wih Ni Durin, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah.

"Satu unit jembatan terputus, dua unit rumah rusak berat terendam air lumpur dan lima unit rumah rusak ringan karena terendam air lumpur," kata Ilyas seperti dilansir Antara, Minggu (17/1).



Sejauh ini, Ilyas memaparkan banjir tidak menyebabkan korban jiwa. Ia menuturkan beberapa warga terdampak banjir telah mengungsi ke aula desa.

Tak hanya Aceh, sejumlah wilayah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, turut dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai dua meter.

Kalimantan Selatan

Tak hanya di Aceh, banjir juga menerjang Banjarmasin dan beberapa kota/kabupaten di Kalimantan Selatan sejak 10 Januari lalu.



Pada Kamis (14/1), banjir bahkan memutus jembatan di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, yang merupakan akses ruas jalan nasional Provinsi Kalimantan Selatan yang menghubungkan antar-kabupaten dan kota.

Jalan itu merupakan akses utama Kota Banjarmasin menuju kawasan Hulu Sungai di Kalsel seperti Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Tabalong.

Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 7 Kabupaten/Kota terdampak banjir itu terdiri dari Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar, Kota Banjar Baru, Kota Tanah Laut, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan dan Kabupaten Tabalong.

BNPB menuturkan hingga kini terdapat lima orang meninggal dunia akibat terdampak banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kelima korban tewas itu ditemukan di desa Hantakan.



Pihak berwenang memperkirakan korban akan bertambah lantaran masih ada puluhan orang lainnya yang belum ditemukan.

Pulau Jawa

Sejumlah wilayah di Pulau Jawa juga turut diterpa bencana banjir di awal 2021.

Antara melaporkan Desa Widasari, Indramayu, Jawa Barat, disapu banjir setinggi 50 sentimeter pada 5 Januari lalu akibat luapan Sungai Cibuaya. Air setinggi 10-50 sentimeter juga turut menggenai Jalan Raya Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada 4 Januari lalu.



Banjir juga terpantau menggenangi Jalan Nasional menuju Sumedang, Tasikmalaya, dan Garut. Pihak berwenang menuturkan banjir di Kabupaten Bandung ini disebut terjadi akibat saluran drainase yang buruk sehingga tak dapat menampung debit air ketika hujan lebat mengguyur Bandung Raya.

Banjir bandang akibat hujan deras juga menggenangi puluhan rumah di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, selama dua hari pada Selasa (12/1).

Banjir paling parah menerjang Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak, dan Desa Lebak serta Sawah Mulya, Kecamatan Sangkapura.



Kepala Desa Lebak, Fadal, dikonfirmasi di Gresik, Selasa, mengatakan banjir kali ini merupakan yang pertama terbesar di Pulau Bawean, sebab selain menggenangi puluhan rumah juga memutus Jalan Raya Lingkar dan merendam sawah di Pulau Bawean.

"Arus sungai dari Sungai Kebun Agung dan sungai besar meluap ke Jalan Raya Lingkar Bawean, sehingga sawah dan rumah di Desa Lebak tergenang dengan air selutut orang dewasa," katanya.

Foto: Arsip Istimewa

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, Donald Sambuaga mengatakan sebanyak sembilan kecamatan dan 33 kelurahan di Kota Manado jadi daerah terdampak banjir dan tanah longsor pada Sabtu (16/1).



Sejauh ini, Donald menuturkan bahwa bencana banjir itu telah menyebabkan enam orang tewas. Seluruh korban jiwa itu meninggal dunia akibat tertimpa longsor.

Maluku

Hujan deras yang mengguyur wilayah Maluku Utara pada Sabtu (16/1) membuat sejumlah desa di Kabupaten Halmahera Utara dilanda banjir.

Sedikitnya 5 desa di wilayah Kecamatan Kao Barat digenangi banjir setinggi 80 hingga 100 sentimeter. Ratusan rumah warga dan fasilitas umum di wilayah itu ikut terendam.

Sekretaris Daerah Halmahera Utara, Yudihart Noya, yang berada di lokasi banjir ketika dikonfirmasi, menyatakan banjir di Kao Barat disebabkan meluapnya Sungai Nguailami usai hujan deras mengguyur selama sehari.

Yudihart menuturkan luapan Sungai Nguailami menggenangi Desa Pitago, Barseba, Tuguis, Bailengit dan Desa Soamaetek.



Banjir juga menyebabkan jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Loloda Utara dan Galela Utara, Halmahera Utara, ambruk, Sabtu (16/1). Akibatnya, kendaraan dari Loloda Utara yang hendak ke ibukota kabupaten tak bisa melintasi ruas jalan tersebut.

Jalan aspal yang ambruk itu berada di perbatasan Desa Ngidiho dan Limau, Galela Utara. Letaknya tepat di samping Jembatan Sungai Tiabo. Yudihart mengatakan, jalan tersebut putus setelah Sungai Tiabo meluap.

src



Load comments