DPRD Ungkap 5 Lahan Baru Makam Covid, di Dukuh hingga Joglo

DPRD Ungkap 5 Lahan Baru Makam Covid, di Dukuh hingga Joglo

 

Jakarta, khabarberita.com -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut bakal membeli lima lahan makam baru di ibu kota.

Pembelian lahan makam ditujukan untuk menambah ketersediaan makam khusus jenazah Covid di Jakarta yang menipis.

Pembelian lima lahan makam itu diungkapkan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah yang mendapatkan informasi dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota. Menurutnya, lima lahan yang baru dibeli yakni di TPU Srengseng Sawah, TPU Bambu Wulung (Bambu Apus) TPU Dukuh, TPU Semper, dan TPU Joglo.

"Ada lima lokasi," kata Ida saat dikonfirmasi, Jumat (22/1).



Ida mengatakan, dari laporan Pemprov DKI, pembelian lahan makam itu diprioritaskan untuk pemakaman jenazah Covid-19. Sementara, jenazah Covid-19 yang dikuburkan di TPU lain diizinkan untuk ditumpang dengan syarat memiliki izin dari pihak keluarga.

"Karena angka pelayanan pemakaman meningkat karena protap Covid-19, ini alokasi untuk petak makam baru. Untuk TPU lainnya dapat ditumpang jika mendapat izin keluarga yang dapat ditumpang," ujarnya .

Sebelumnya, Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta mengungkapkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengalokasikan anggaran sebesar Rp219 miliar di APBDP tahun 2020 untuk pengadaan tanah Ruang Terbuka Hijau (RTH) makam.



Pemprov DKI beralasan, pengadaan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan lahan makam Covid-19. Namun, sampai saat ini Pemprov DKI belum menggunakan lahan-lahan tersebut. PSI kemudian mendesak agar Anies segera membuka lahan yang telah dibeli.

"Kalau tanah untuk makam tersebut sudah dibayar, maka seharusnya segera digunakan untuk masyarakat. Tapi, realitanya hingga saat ini malah terjadi krisis pemakaman Covid-19," kata Justin Untayana, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI.

Selain itu, Justin juga menyayangkan Pemprov DKI tidak transparan mengenai lokasi lahan makam telah dibeli. Hingga saat ini PSI mengaku kita tidak mengetahui di mana lahan tersebut.

"Ini kan dibeli pakai uang rakyat, tapi mengapa lokasi lahan seolah-olah dirahasiakan?" ucap Justin.

src



Load comments