Kesaksian Warga soal Dentuman, Diduga Meteor Jatuh di Lampung

Kesaksian Warga soal Dentuman, Diduga Meteor Jatuh di Lampung

 

Jakarta, khabarberita.com -- Warga Lampung digegerkan suara dentuman keras pada Kamis (28/1) malam. Suara tersebut dikaitkan dengan batu yang diduga meteor jatuh menimpa rumah warga, di Dusun Mulyodadi, Desa Astomulyo, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah.

Kabar dugaan meteor menimpa rumah warga di Lampung Tengah itu pun viral di media sosial. Suara dentuman dikabarkan juga terdengar di Kabupaten Tanggamus, Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Barat, Metro dan daerah lainnya.

Sejumlah warganet juga mengaku melihat adanya cahaya jatuh dari langit.



Warga Dusun Mulyodadi, Yanto mengatakan banyak warga yang mendengar suara dentuman keras itu, termasuk dirinya. Yanto menyebut pihaknya langsung mencari titik suara dentuman tersebut.

Setelah mencari beberapa menit, kata Yanto, pihaknya menemukan sebongkah batu diduga jatuh dari langit dan menghantam rumah milik warga, Katmini.

"Kejadiannya semalam sekitar pukul 21.30 WIB. Suara ledakannya keras sekali mas, ya seperti suara bom meledak gitu," kata Yanto kepada CNNIndonesia.com, Jumat (29/1).

Yanto mengatakan batu diduga meteor itu sebesar kepalan tangan orang dewasa. Batu tersebut langsung menembus genting rumah warga hingga menimbulkan lubang di tanah sedalam dan lebar sekitar 10 sentimeter.



"Saat ditemukan, kondisi batunya masih hangat seperti habis terkena panggangan api saat dipegang. Kami menduga, batu itu adalah meteor yang jatuh dari atas langit," ujarnya.

Selain mendengar suara dentuman keras, lanjut Yanto, banyak warga yang melihat kilatan cahaya biru jatuh dari langit. Menurutnya, sejumlah warga lantas berbondong-bondong ke lokasi untuk melihat batu tersebut.

"Sejak semalam sampai siang tadi banyak warga yang datang, mereka ingin melihat langsung bongkahan batu diduga meteor itu," katanya.

Warga lainnya, Tebox mengatakan suara dentuman keras itu, tidak hanya terdengar di Kecamatan Punggur saja. Suara juga terdengar di Kecamatan Kecamatan Bandarjaya, Seputih Raman, Seputih Banyak, Sukadana, dan lainnya.



"Banyak warga mengira, suara dentuman keras itu apakah ledakan Gunung Anak Krakatau (GAK). Ternyata, ada batu jatuh dari langit diduga meteor," kata Tebox.

Sementara itu, anak pemilik rumah, Bamz Arie Antoe mengatakan batu diduga meteor tersebut jatuh dari langit dan menimpa atap rumah bagian belakang milik mertuanya sekitar pukul 21.45 WIB. Akibatnya, genting rumah hancur dan berantakan.

"Ukuran berat batunya dua kilo dua ons. Suara jatuhnya itu, seperti helikopter lalu meledak. Radius suara ledakannya, terdengar sampai puluhan kilometer," kata Bamz.

Sementara pemilik rumah, Katmini mengaku baru saja tiba di kediamannya ketika batu diduga meteor itu jatuh. Ia mendengar suara gemuruh dan ledakan yang cukup keras.

"Suaranya seperti barang meledak. Saat itu, saya baru saja pulang lalu hendak pergi tidur. Tiba-tiba, ada suara meledak keras sekali suaranya," kata Katmini dalam bahasa Jawa kepada CNNIndonesia.com.

Katmini buru-buru keluar dari dalam rumahnya dan berusaha mencari asal suara tersebut. Ia pun kaget genting rumahnya berantakan dan hancur. Katmini lantas melihat sebongkah batu yang tergeletak di tanah.



"Suara meledak keras, tadi itu apa karena batu ini pak? Batunya masih anget ini lho pak," ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah peneliti di bidang studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera (Itera) segera turun ke Desa Astomulyo, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah untuk memastikan dugaan batu meteor jatuh di wilayah itu.

"Saat ini belum dapat diketahui sampel tersebut, apakah batu biasa atau batu meteor, sebab nanti sore baru kita terjun langsung untuk memastikannya," ujar Dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAK) Institut Teknologi Sumatera (Itera), Robiatul Muztaba, Jumat (29/1).

src



Load comments