Satgas: Kondisi Covid-19 Bisa Diperbaiki Jika Ditangani Maksimal

Satgas: Kondisi Covid-19 Bisa Diperbaiki Jika Ditangani Maksimal

 

Jakarta, khabarberita.com -- Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan kondisi pandemi virus corona bisa diperbaiki apabila penanganan dilakukan secara maksimal.

Dia pun berharap kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali bisa dilakukan secara optimal.

"Kita dapat melakukan evaluasi terhadap kegiatan seminggu belakang, kondisi ini bisa jadi efektif kalau bisa serius seperti awal pandemi, jika tidak PPKM akan terus menerus diterapkan sampai waktu yang tidak diprediksi. Kondisi ini dapat diperbaiki apabila upaya penanganan dilakukan maksimal," kata Wiku.

"Kita masih berharap besar pada intervensi pelaksanaan PPKM," ujarnya.



Hal tersebut, kata Wiku, juga bisa dinilai dari tingkat kepatuhan masyarakat terkait protokol kesehatan yang rendah dan 39 daerah yang berada di zona merah.

Berdasarkan catatan Satgas Covid-19, hanya 13 persen masyarakat yang menggunakan masker, dan hanya 20 persen yang menjaga jarak dari sejumlah wilayah yang menerapkan PPKM Jawa-Bali.

Dari 73 daerah yang menerapkan PPKM, 30 daerah di antaranya berada di zona oranye, dan 4 daerah lainnya dalam zona kuning.

Daerah-daerah tersebut, memiliki persentase angka kasus positif sebesar 15 persen. Lalu kasus kematian 2,8 persen dan kesembuhan 81,53 persen serta keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di atas 70 persen.



Lebih rinci, sebanyak 43 daerah mengalami lonjakan kasus positif, dan 3 daerah tidak ada perubahan.



Untuk kasus kematian, 44 daerah meningkat dan 29 daerah alami penurunan. Sementara tingkat ketersembuhan dari infeksi Covid-19 sebanyak 37 daerah menurun dan 36 lainnya meningkat.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus yang terus meninggi, Wiku mengklaim pemerintah juga meningkatkan 3T (test, tracking dan testing). Menurut Wiku, tingkat testing di Indonesia melebihi standar WHO yakni 267 ribu tes per Minggu.

Selain itu, peningkatan BOR akan ditambah menjadi 30-40 persen, serta menambah jumlah tenaga kesehatan sebanyak 8.572 orang, dan rencana relaksasi tenaga kesehatan.



Wiku meminta setiap daerah perlu menambah strategi pandemi dengan memanfaatkan kekuatan negara yaitu budaya gotong royong, observasi protokol kesehatan, memaksimalkan peran Satgas daerah dan berharap masyarakat bisa kooperatif.

"Kemunculan kasus positif bukan sekadar angka di berita, namun sudah bermunculan di lingkungan kita. Ini adalah alarm untuk kita" ujarnya.

src



Load comments