Turki Akan Keluarkan Izin Darurat Soal Penggunaan Vaksin Sinovac

Turki Akan Keluarkan Izin Darurat Soal Penggunaan Vaksin Sinovac

 

Jakarta, khabarberita.com -- Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan pihaknya akan mengeluarkan izin darurat penggunaan vaksin Sinovac.

Koca mengatakan pihaknya sudah menyelesaikan perjanjian suplai 50 juta dosis vaksin menggunakan metode inactivated. Turki sejauh ini sudah menerima tiga juta dosis kargo pertama vaksin Sinovac.

Sementara itu, untuk vaksis berbasis metode mRNA (Pfizer), Turki sudah mendiskusikan suplai Pfizer untuk negaranya.



"Kesepakatan sudah kami tanda tangani untuk pembelian 4,5 juta dosis dengan jaminan suplai dan 30 juta dosis lainnya yang bersifat opsional," tulis Koca dalam cuitannya.

"Saya akan sampaikan informasi lebih detail setelah rencana pembelian itu lebih jelas. Sebagai tambahan, negosiasi kami dengan pembuat vaksin berbasis metode Adenovirus yang dibuat di Rusia dan Inggris masih berlangsung," tambahnya.

Lebih lanjut Koca mengatakan Jumat (7/1) waktu setempat, akan menjelaskan sejumlah informasi penting terkait vaksin berbasis Sinovac.



Vaksin Sinovac sendiri sudah melalui uji tahap ketiga di Turki. Nantinya Koca dan tim akan meminta hasil sementara dari Tim Ilmuwan yang melakukan uji klinis tersebut.

Berdasarkan laporan sementara dari Tim Ilmuwan Turki, vaksin SInovac dinyatakan aman dan efektif. Oleh sebab itu, mereka memutuskan untuk memulai proses mengeluarkan Ijin Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization).

"Uji keamanan produk juga sudah dilakukan terhadap kargo vaksin pertama yang telah diterima. Segera setelah uji keamanan produk selesai, EUA akan diterbitkan," jelas Koca.

"Setelah mendapatkan laporan sementara (interim report) yang menunjukkan bahwa vaksin tersebut sepenuhnya aman dan efektif, tim ilmuwan segera menghentikan pendaftaran relawan untuk uji klinis," tambahnya.



Koca mengatakan sampai saat ini, sudah ada 17.700 dosis vaksin yang sudah disuntikkan kepada 10 ribu relawan dan hasil akhirnya akan terus dipantau.

Koca juga mengatakan bahwa pihaknya tengah intens berkomunikasi dengan negara sahabat yaitu Indonesia dan negara lainnya juga melakukan uji klinis jenis vaksin yang sama yaitu Sinovac dan terus berlangsung.

"Kami memperoleh informasi bahwa program vaksinasi akan mulai berlangsung di Indonesia pada tanggal 13 Januari 2021. Di Brazil, di mana uji klinis vaksin yang sama juga dilakukan, hasilnya telah diumumkan hari ini dan dengan hasil uji klinis 78 persen dinyatakan efektif dalam kasus-kasus ringan dan 100 persen efektif dalam kasus moderat dan kasus berat," jelas Koca.



Pemerintah Turki juga membahas mengenai hasil evaluasi uji klinis vaksinasi terhadap warga berusia di atas 60 tahun.

Koca menerangkan bahwa saat tahap pertama dan kedua, tidak ada hambatan penggunaan vaksin terhadap kelompok berumur 60 tahun.

Nantinya vaksin Sinovac menargetkan kepada warga Turki yang merujuk pada ranking risiko (risk ranking) yang dikeluarkan oleh Dewan Ilmiah.

"Melalui perencanaan logistik, vaksin sudah disebarkan ke pusat-pusat kesehatan masyarakat. Kami akan segera meluncurkan aplikasi yang akan memastikan pemantauan secara digital keseluruhan proses vaksinasi dan untuk mendapatkan basis data yang akurat mengenai warga yang masuk prioritas vaksinasi berdasarkan risikonya," pungkas Kaco.

src



Load comments