Vietnam Setujui Vaksin AstraZeneca Saat Gelombang II Corona

Vietnam Setujui Vaksin AstraZeneca Saat Gelombang II Corona

 

Jakarta, khabarberita.com -- Kementerian Kesehatan Vietnam menyetujui penggunaan vaksin corona buatan AztraZeneca pada Sabtu (30/1).

Persetujuan penggunaan diberikan ketika Vietnam mengalami gelombang kedua infeksi virus corona, setelah dua bulan sempat nihil kasus baru.

Seperti dilansir Reuters, Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, mengatakan pemerintah harus mencoba mendapatkan vaksin pada kuartal pertama untuk memastikan kesehatan masyarakat.

Pada Kamis (28/1) lalu, Vietnam mencatat infeksi virus corona pertama setelah nihil kasus dalam dua bulan terakhir. Tak tanggung-tanggung, Vietnam melaporkan lebih dari 80 kasus baru dan mulai melakukan pengetesan terhadap puluhan ribu orang untuk mencegah penyebaran.

Catatan ini menjadi rekor harian sejak Vietnam pertama kali menghadapi pandemi pada 2020 lalu. Kasus Covid-19 kali ini terdeteksi dari satu kelompok di Vietnam utara yang ada kaitannya dengan jenis baru virus corona dari Inggris.

Vietnam sejatinya menjadi negara di Asia Tenggara yang cepat merespons pandemi dengan menutup kedatangan asing sejak Maret 2020 lalu. Data mencatat Vietnam mencatat lebih dari 1.500 kasus dengan 35 kematian.

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Vu Duc Dam mengatakan wabah yang baru terdeteksi di Provinsi Hai Duong dan Quang Ninh lebih rumit dan serius dari pandemi selama setahun terakhir.

Mengutip AFP, wabah di Provinsi Hai Duong diduga terkait dengan seorang pekerja pabrik yang dinyatakan positif terpapar virus corona ketika dia tiba di Osaka, Jepang. Dia diketahui terpapar jenis baru virus corona.

Pemerintah kemudian memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) Provinsi Hai Duong dan mengharuskan 220 ribu orang melakukan isolasi. Tak hanya itu, tim medis turun tangan melakukan tes massal terhadap puluhan ribu orang.

Sementara di Qaung Ninh, daerah yang berbatasan dengan China, seorang petugas keamanan di bandara Van Don dinyatakan terinfeksi virus corona. Petugas itu diketahui bekerja di terminal kedatangan internasional.

Tak hanya itu, pemerintah Vietnam juga melaporkan sembilan kasus infeksi baru ditemukan di Hanoi, serta dekat Kota Haiphong, Provinsi Quang Ninh dan Kota Hai Duong di Provinsi Bac Ninh pada Jumat (29/1).

Kondisi itu membuat, pemerintah Kota Hanoi menyatakan meningkatkan kemampuan pemeriksaan hingga 10 ribu spesimen per hari.

Selain itu, akses keluar masuk dan pemeriksaan kesehatan terhadap peserta, undangan serta awak media yang meliput kongres Partai Komunis Vietnam juga diperketat.


Kemenkes Vietnam sudah mengusulkan untuk menunda sementara penerbangan internasional, serta melarang kegiatan kumpul-kumpul menjelang masa liburan Imlek.

Hingga Sabtu (30/1), Vietnam telah melaporkan 1.739 kasus dengan 35 kematian sejak tahun lalu.

Src

Load comments