Airlangga Klaim Ekonomi RI Hanya Kalah dari 3 Negara

Airlangga Klaim Ekonomi RI Hanya Kalah dari 3 Negara


Jakarta, Khabarberita.com -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ekonomi Indonesia merupakan salah satu yang tertangguh di dunia di tengah pandemi corona


Meski masih terkontraksi, namun ia mengatakan perlambatan yang dialami negara lainnya jauh lebih dalam dari RI.

Ia mencontohkan pada pada kuartal IV 2020 kemarin. Saat itu ekonomi RI mengalami kontraksi 2,1 persen.

Ia mengklaim hanya tiga negara yang memiliki pertumbuhan lebih baik dari Indonesia, yaitu China, Vietnam, dan Korea Selatan.

Tiga negara di atas kita hanya China, Vietnam, dan Korea Selatan. Tentu kita lihat di 2020 memang pengungkitnya adalah pemerintah," katanya pada webinar, Kamis (18/2).

Airlangga mengklaim pemulihan ekonomi RI sudah berada di jalur yang tepat. Ini tercermin dari konsumsi rumah tangga (RT) yang mulai pulih dari minus 4,05 persen pada kuartal III 2020 menjadi minus 3,61 persen pada kuartal IV.

Kemudian, permintaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mulai menggeliat. Hingga Desember 2020, realisasi KUR berhasil tembus Rp196,42 triliun.

Itu melebihi target pemerintah yang hanya Rp190 triliun. Ini artinya, permintaan modal untuk usaha wong cilik lebih tinggi dari ekspektasi pemerintah.

Cerminan lain juga ditunjukkan oleh Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur yang berada di posisi 52,2 pada Januari 2021, naik dari Desember 2020 yaitu 51,3. Angka tersebut merupakan yang tertinggi selama 6,5 tahun terakhir.

Sementara, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sempat mencapai level 96,5 pada Desember 2020. Namun sayang, kembali anjlok pada Januari lalu menjadi 84,9.

"Kemarin konsumen indeks naik 96, namun karena PPKM ada pengereman konsumsi," tambahnya.

Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 minus 2,07 persen. Meyakini 2021 merupakan tahun pemulihan, Airlangga yakin PDB akan mampu menembus 4,5 persen-5,5 persen di tahun kerbau logam.

"Proyeksi ini sejalan dengan outlookbeberapa lembaga internasional, seperti World Bank, OECD, ADB, dan IMF," imbuh Airlangga dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (17/2).

Src

Load comments