Bitcoin Bikin Kaya Raya, Kesalahan Ini Bikin Cuan Melayang

Bitcoin Bikin Kaya Raya, Kesalahan Ini Bikin Cuan Melayang


Jakarta, khabarberita.com - Walau nilai Bitcoin tak pernah stabil, namun bagi mereka yang punya mata uang kripto selama 12 tahun terakhir tetap memiliki keuntungan berlipat. 

Sebab saat 2009 atau pertama kali diluncurkan, nilai Bitcoin tetap bisa jutaan atau miliar sebab nilai awal tidak ada.

"Ini hanya aset dengan kinerja terbaik dalam satu dekade terakhir," ungkap CEP Coinflip, Daniel Polotsky, dikutip CNBC Internasional, Minggu, 14 Februari 2021.

Kembali ke masa sekarang, nilai Bitcoin kembali menanjak naik. 

Menurut laporan Coin Desk pada hari Kamis, 11 Februari 2021 kemarin mengalami penguatan lebih dari US$48 ribu atau setara dengan Rp671,3 juta.

Salah satu contoh dari kasus bitcoin ini adalah misalnya saat pembelian hanya 10 sen per koin pada Oktober 2010 lalu. 

Jika melakukan investasi US$100 saat itu akan dapat membeli 1000 bitcoin.

Sementara itu dengan nilai tertinggi pada Kamis lalu, 1000 bitcoin akan bernilai lebih dari US$48 juta atau Rp671,3 miliar. 

Nilai itupun belum termasuk penggabungan dan asumsi membeli serta memegang aset selama waktu tersebut.

Namun kasus jadi kaya raya setelah memegang aset dalam jangka waktu lama merupakan hal sulit. 

Polotsky menyebutkan hanya kelompok kecil saja yang berinvestasi pada bitcoin sedini mungkin dan mendapatkan keuntungan dari sana.

Lupa Password, Cuan Melayang

Dengan ketidakstabilan bitcoin, ada juga investor yang membeli serta menjual di waktu yang salah dan membuat kehilangan uang.

Masalah teknis pun jadi perhitungan di sini. Untuk waktu yang lama bisa membuat para investor lupa password membuka dompet digital. 

Lupa password sama saja dengan tidak bisa menjual Bitcoin sehingga keuntungan menguap begitu saja.

Sementara itu, masa sekarang Bitcoin mengalami dukungan luar biasa dari berbagai pihak akibat kenaikan nilainya yang luar biasa. 

Misalnya Bank of New York Mellon yang siap memberikan layanan pada aset digital, kebijakan ini karena Naiknya permintaan para klien.

Belum lama ini, Mastercard juga akan mendukung mata uang kripto tersebut dalam jaringan perusahaan pada tahun ini. 

Sedangkan Tesla memborong bitcoin senilai US$1,5 miliar dan juga bersiap menerima pembayaran dengan uang tersebut.

Dengan tren yang cukup positif beberapa waktu ini, sejumlah orang memprediksi jika nilai Bitcoin akan terus naik. 

Salah satunya pada November lalu, CEO Galaxy Digital, Mike Novorgrats mengatakan jika Bitcoin bisa bernilai US$55 ribu atau US$60 ribu (setara dengan Rp769 juta - Rp839 juta) pada akhir 2021.

Lain halnya dengan pendiri perusahaan pertukaran uang kripto, Gemini, Tyler Winklevoss. Dia menuturkan pada saatnya nanti nilai Bitcoin bisa mencapai US$500 ribu atau Rp 6,9 miliar per koinnya.

Src

Load comments