Bulog Bakal Produksi Beras Sendiri, Jamin Tanpa Kutu

Bulog Bakal Produksi Beras Sendiri, Jamin Tanpa Kutu

 

Jakarta, khabarberita.com -- Perum Bulog berencana memproduksi beras secara mandiri dengan kualitas premium. 

Selama ini, Bulog masih membeli beras dari pihak supplier atau vendor untuk mengamankan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

"Tujuannya, Bulog akan produksi beras sendiri yang selama ini Bulog beli mayoritas beras dari pihak ketiga, dimana akhirnya bentuknya kualitasnya macam-macam," ungkap Direktur Utama Bulog Budi Waseso dalam konferensi pers, Rabu (3/2).

Guna mencapai target produksi tersebut, ia mengatakan Bulog akan membangun modern rice milling plant (RMP) atau mesin penggiling beras. Fasilitas itu akan dibangun di 13 wilayah pusat serapan gabah petani.

Dengan demikian, Bulog akan menyerap gabah dari petani, untuk kemudian disimpan pada gudang atau selo dengan kapasitas 2.000 ton. Selanjutnya, Bulog akan menggiling gabah menjadi beras sesuai dengan kebutuhan di pasar.

Buwas juga menekankan modern RMP itu menggunakan mesin teknologi tinggi, sehingga produksinya hanya beras premium. Soal harga, akan dibanderol setara beras premium.

"Gabah ini baru kami giling ketika akan dibutuhkan, sehingga ini berasnya menjadi kualitas baik. Jadi tidak akan ada lagi beras lama, beras yang kutu, dan lain-lain, tidak akan ada," imbuhnya.

Ia menuturkan kapasitas modern RMP tersebut berbeda untuk setiap wilayah. Namun, targetnya Bulog menyerap minimal 10 persen produksi gabah di wilayah tersebut.

Saat ini, pembangunan modern RMP di sejumlah wilayah sudah berjalan. Meski, ia mengakui masih ada kendala dari sisi tenaga kerja hingga pasokan bahan baku pembangunan lantaran terkendala pandemi covid-19.

"Tapi saya tetap usaha 2021 ini harus sudah terbangun, tergelar semuanya dan sudah operasional semuanya," kata Buwas.

Untuk pembangunan modern RMP ini, Bulog akan menggunakan dana PMN di 2016 lalu sebesar Rp2 triliun.

"Nah, Rp2 triliun ini seharusnya sudah terserap 2018 tapi setelah kami evaluasi, ini tidak bermanfaat membangun hal yang seperti itu. Maka kami ubah harus membangun hal yang betul-betul dibutuhkan oleh Bulog untuk kepentingan masyarakat, akhirnya kami putuskan antaranya membangun modern RMP," jelasnya.

Sementara itu, lokasi pembangunan modern RMP itu meliputi Bojonegoro, Magetan, Jember, Banyuwangi, Sumbawa, dan Sragen. Selanjutnya, Kendal, Subang, Bandar Lampung, Karawang, Cirebon, Luwu Utara, dan Grobogan.

Src

Load comments