Ibu Jual Foto Seksi di OnlyFans, Tiga Anaknya Dikeluarkan dari Sekolah

Ibu Jual Foto Seksi di OnlyFans, Tiga Anaknya Dikeluarkan dari Sekolah


 Jakarta - Khabarberita.com | Crystal Jackson, wanita asal California, mendapat penghasilan dari jualan foto seksi di OnlyFans


Dalam sebulan dia bisa meraih pendapatan hingga USD 150 ribu atau sekitar Rp 2,1 miliar.

Uang hasil jualan foto ia gunakan untuk menghidupi keluarganya, seorang suami dan tiga orang anak. Selama menjalani pekerjaan ini sek September 2019 dengan dibantu sang suami sebagai fotografer, Crystal Jackson tak mengalami kendala berarti. Namun semua berubah pada Juli 2020.

Salah satu orangtua murid di Sacred Heart Paarish School, sebuah sekolah Katolik di mana anak-anak Crystal belajar, mendapati laman OnlyFans miliknya dan memberitahukan kepada istrinya. Sang istri kemudian menyebarkan kabar itu ke seantero sekolah.

Tak berapa lama komunitas sekolah yang terdiri dari ibu-ibu mengajukan komplain ke sekolah dengan membawa foto-foto seksinya sebagai bukti. Mereka pun menuntut tiga anak Crystal dikeluarkan dari sekolah.

"Strategi mereka dari hari pertama adalah menjatuhkan saya. Sangat menjengkelkan, mereka membawa foto-foto saya ke sekolah dan bilang, 'Ini menjijikkan'. Padahal saya tidak mengumbar situsnya. Tapi harus dicari dulu. Lagipula saya tidak menyakiti siapapun dan itu bukan urusan mereka," kata wanita 44 tahun ini seperti dikutip dari People.

Komunitas ibu-ibu tersebut bahkan mengunduh foto Crystal dalam resolusi besar lalu mencetaknya dan dikirimkan ke kepala sekolah, uskup dan gereja. Keluarga Crystal sempat menawarkan untuk memperlihatkan laman OnlyFans guna memperlihatkan bahwa konten yang dijualnya bukanlah pornografi dan tidak terlalu eksplisit. Namun tidak mendapat respons.

Foto: Instagram/@the.real.mrs.poindexter

Crystal Jackson, wanita asal California, mendapat penghasilan dari jualan foto seksi di OnlyFans. Dalam sebulan dia bisa meraih pendapatan hingga USD 150 ribu atau sekitar Rp 2,1 miliar.

Buntut dari kasus ini, pihak sekolah memutuskan anak-anak mereka dikeluarkan dari sekolah. Surat pemberitahuan itu hanya dikirimkan lewat email. Crystal mengungkap bahwa ketiga anaknya sedih dengan keputusan tersebut tapi tidak tahu secara spesifik alasan sebenarnya.

"Mereka anak-anak baik dan peristiwa ini menyakiti mereka. Serang saja saya, tidak apa-apa, tapi jangan ganggu anak saya dalam masalah ini. Saya tidak mau membukanya, tapi pada titik tertent, saya hars melawan dan bicara bahwa saya tidak dpat menerimanya karena perlakuan mengerikan ini," tuturnya.

Kini Crystal dan suaminya, Chris, sedang mencari sekolah baru bagi anak-anaknya. Mereka berencana memasukkan ketiganya ke sekolah umum.

Src

Load comments