Jokowi Minta Rasio Pelacakan Covid Bisa Capai 1:30

Jokowi Minta Rasio Pelacakan Covid Bisa Capai 1:30

 

Jakarta, khabarberita.com -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan strategi tes, telusur, dan tindak lanjut (3T) terhadap kasus virus corona (Covid-19) di Tanah Air harus diperkuat.

Jokowi meminta agar perbandingan tes dan telusur dilakukan dengan rasio 1:30.

"Yang tidak kalah pentingnya ini dari sisi pemerintah, yaitu testing, tracing dan treatment. Artinya tes covid sudah dilakukan dan ketahuan, segera dilacak paling tidak 30 orang yang kontak dengan orang ini harus dilacak," kata Jokowi dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/2).

Mantan Wali Kota Solo itu pun meminta upaya tindak lanjut dengan isolasi juga harus diperkuat. Ia meminta agar setiap ada temuan kasus covid-19 baru, maka pemerintah harus segera menyediakan fasilitas isolasi dan pengobatan untuk warga terpapar covid-19 tersebut.

Namun demikian, Jokowi juga mengingatkan bahwa penguatan strategi juga harus dilakukan oleh warga, yakni dengan cara patuh terhadap protokol kesehatan 3M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"3T juga diperkuat lagi, tapi juga jangan lupa mengingatkan mengenai 3M kepada masyarakat," kata dia.

Selain itu, Jokowi juga juga mengaku telah bertemu dengan lima kepala daerah di lima provinsi untuk membahas kelanjutan pembatasan mobilitas masyarakat yang strategis. Kelima kepala daerah itu masing-masing dari DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali.

Jokowi menjelaskan pembahasan itu menghasilkan gagasan baru soal upaya pembatasan kegiatan masyarakat dengan model pembatasan mikro yang menyasar mulai dari desa atau kelurahan hingga RT/RW. Sebab ia yakin pembatasan mobilitas dari level terkecil mampu membantu menekan laju transmisi virus corona di tanah air.

"Itu kunci di situ, lapangan disitu yang harus dikerjakan," pungkasnya.

Src

Load comments