Pajak 0 Persen Mobil Baru, APM Diminta Segera Produksi Mobil

Pajak 0 Persen Mobil Baru, APM Diminta Segera Produksi Mobil


Jakarta, Khabarberita.com -- Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik peraturan pemerintah soal relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil barumulai 1 Maret 2021.

Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto menyarankan agen pemegang merek (APM) mobil di Indonesia untuk segera mengumumkan harga jual kendaraan yang terkoreksi pajak 0 persen mobil baru.

"Kami sudah hubungi para anggota, ok secepatnya saja bisa diumumkan kalau tarif dari Kementerian Keuangan terbit mobil-mobil mana saja yang kena stimulus, nanti APM sudah bisa berhitung," kata Jongkie D.

Jongki pun meminta kepada para produse otomotif dalam negeri untuk bersiap meningkatkan kapasitas produksi mobil di pabriknya.

"Kami imbau kepada para anggota untuk persiapan diri segera memulai produksinya kembali, komponen juga demikian pabrik komponen karena ini semua berkaitan. Karena memang tidak ini sudah turunkan produksi dari 2-3 turun menjadi 1 shift. Jadi untuk kembali lagi untuk menggulirkan ini tidak mudah, tentunya mereka APM berlomba-lomba untuk segara merebut katakanlah konsumen-konsumen yang ingin membeli," ucap Jongkie.

Diskon PPnBM berlaku untuk kendaraan 4x2 atau sedan sampai mobil penumpang sampai dengan mesin kapasitas 1.500 cc. Dijelaskan Jongkie, kategori mobil penumpang tersebut mendominasi pasar otomotif nasional.

"Kalau normal penjualan 85-90 ribu unit per bulan, sekarang 50 ribu (di masa pandemi Covid-19), tapi bulan ini berharap 60-70 ribu per bulan (usai relaksasi PPnBM 0 persen mobil baru), karena memang yang diberikan (keringanan pajak) adalah mobil jenis yang banyak dijual Rp 250 juta ke bawah," ucap Jongkie.

Sebelumnya, pemerintah akan memberlakukan relaksasi PPnBM untuk mobil baru mulai 1 Maret 2021. Produksi mobil dalam negeri pun ditargetkan bisa tembus ke level 1 juta unit.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Kamis (11/2).

Stimulus PPnBM 0 persen yang diusulkan untuk dilakukan sepanjang 2021 dengan skenario PPNBM 0 persen (Maret-Mei), PPNBM 50 persen (Juni-Agustus), dan 25 persen (September-November), dengan harapan menggairahkan industri otomotif dalam negeri.

Src

Load comments