Pangdam Jaya-Kapolda Metro Tinjau Tanggul Citarum Jebol di Bekasi

Pangdam Jaya-Kapolda Metro Tinjau Tanggul Citarum Jebol di Bekasi


Bekasi - khabarberita.com ,

Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran bersama Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman bertolak ke lokasi jebolnya tanggul Sungai Citarum di Kabupaten Bekasi. 


Keduanya meninjau langsung dan membantu evakuasi korban terdampak.

"Saat ini Kapolda, Pangdam, sama Bupati masih di TKP langsung di tempat jebolnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus lewat keterangannya, Minggu (21/2/2021).


Yusri mengatakan puluhan perahu karet dikerahkan untuk melakukan evakuasi. Ketinggian air di lokasi, sebutnya, masih sekitar 1-2 meter.

"Saat ini masih proses evakuasi. Kapolda, Pangdam juga masih mengecek langsung dan air diperkirakan ketinggian sampai satu atau dua meter," ujarnya.

Polda Metro Jaya pun turut memberikan bantuan kebutuhan hingga membuka dapur umum. Yusri menjelaskan, dapur umum tersebut dapat membuat 500 hingga 750 makanan sekali masak untuk dibagikan kepada korban banjir.

"Sekarang ini kita akan siapkan dapur lapangan atau dapur umum yang bisa memuat sekali masak 500 sampai 750 makanan sekali masak," jelasnya.

Yusri menyebut, Mabes Polri juga menurunkan helikopter untuk membantu proses pembagian bantuan mengingat akses jalan di lokasi tersebut terputus akibat banjir.

"Dari Polda Metro Jaya kita kasih bantuan sembako dan ada bantuan dari helikopter dari Mabes Polri dan TNI untuk memberikan bantu langsung," ungkap Yusri.

Sebelumnya, banjir melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan sekitarnya. BNPB menyebut banjir di Kabupaten Bekasi itu disebabkan oleh tanggul Sungai Citarum jebol.

BNPB mengatakan banjir melanda empat desa di Kabupaten Bekasi, yaitu Desa Sukaurip, Karangsegar, Bantasari, dan Sumber Urip. Keempat desa berada di Kecamatan Pebayuran. Banjir mengakibatkan 5 unit rumah hanyut, tinggi air dilaporkan menapai 100-250 cm.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Karawang. Adapun 15 kecamatan yang terdampak banjir di Karawang ialah Kecamatan Rengasdengklok, Telukjambe Barat, Tirtajaya, Pedes, Cikampek, Purwasari, Ciampel, Pangkalan, Klari, Tempuran, Tirtamulya, Jatisari, Rawamerta, Karawang Barat, dan Cilamaya Wetan. Warga terdampak mencapai 9.331 keluarga atau 28.329 jiwa, sedangkan 1.075 keluarga atau 4.184 jiwa mengungsi.

Banjir mengakibatkan 8.539 unit rumah terendam dan sejumlah infrastruktur terdampak. Hingga saat ini, petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan lanjutan.

Src

Load comments