Tak Mempan Lawan Virus Mutasi, Afsel Setop Vaksin AstraZeneca

Tak Mempan Lawan Virus Mutasi, Afsel Setop Vaksin AstraZeneca

 

Jakarta, khabarberita.com -- Pemerintah Afrika Selatan menghentikan sementara uji vaksin corona buatan AstraZeneca karena dinilai tidak mempan terhadap virus jenis mutasi.

Dilansir Reuters, Senin (8/2), menurut Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Zweli Mkhize, keputusan itu diambil setelah mereka menganalisis data uji klinis vaksin AstraZeneca. Dia mengatakan vaksin itu tidak mempan untuk pasien infeksi varian Covid-19 501Y.V2 yang mengalami gejala ringan hingga sedang.

Jenis virus corona yang bermutasi itu menyebabkan lonjakan kasus infeksi dan gelombang kedua wabah di Afrika Selatan.

Menurut data yang diperoleh dari produsen, vaksin itu disebut menunjukkan tingkat efikasi sebesar 75 persen terhadap varian baru virus corona mutasi yang cepat menginfeksi.

Dalam analisis yang sebagian besar didasarkan pada infeksi oleh varian baru, vaksin AstraZeneca hanya mencatatkan tingkat efikasi sebesar 22 persen untuk pasien Covid-19 ringan hingga sedang, dibandingkan mereka yang diberi plasebo.

Meskipun para peneliti mengatakan angka itu tidak signifikan secara statistik, karena rancangan percobaan, tetapi angka itu jauh di bawah patokan minimum yakni 50 persen agar vaksin dianggap efektif melawan virus.

Hasil penelitian sementara itu juga tidak bisa memaparkan apakah vaksin itu ampuh mencegah infeksi Covid-19, karena rata-rata yang mengikuti uji klinis adalah kelompok umur yang tergolong muda dan tidak rentan jika terinfeksi.

Menurut pimpinan tim pengawas vaksinasi AstraZeneca di Afrika Selatan, Prof. Shabir Madhi, data tentang kemanjuran vaksin itu berdasarkan pada kenyataan. Dia mengatakan hal itu membuat kita harus meninjau ulang harapan tentang keampuhan vaksin Covid-19.

Dalam keterangan resmi, AstraZeneca menyatakan tetap meyakini vaksin mereka ampuh terhadap Covid-19 dan mulai beradaptasi dengan varian 501y.V2.

Temuan itu membuat program vaksinasi di Afrika Selatan terhambat. Padahal mereka menargetkan untuk menyuntik 40 persen penduduk dengan harapan terbentuk kekebalan kelompok di masyarakat terhadap virus corona.

Src

Load comments