Warga Terdampak Banjir Tanggul Jebol Citarum Harap Bantuan Makanan-Selimut

Warga Terdampak Banjir Tanggul Jebol Citarum Harap Bantuan Makanan-Selimut


Khabarberita.com — Bekasi - Warga terdampak banjir di RW 04, Karangpatri, Pebayuran, Kabupaten Bekasi akibat tanggul jebol Sungai Citarum berharap bantuan logistik. Warga berharap ada donatur yang memberikan makanan hingga selimut.

"Sementara ini memang posisi lagi banjir, air sudah begitu tinggi, bahkan sampai sekarang sudah kelimbas dari jalan raya. Saya mohon bantuannya untuk para donatur baik itu bantuan dari logistik, ya maupun makanan apa selimut," kata Ketua RT 01/RW 04, Kampung Bakung, Karangpatri, Kusaeri saat ditemui di lokasi.

Ia menyebut bantuan sudah berdatangan dari para donatur. Namun, karena warga terdampak banjir yang begitu banyak bantuan dirasa masih belum cukup.

"Kalau bantuan kurang, terus terang aja, karena warga juga banyak ya mungkin udah ada yang makan, ada juga yang belum kebagian," lanjutnya.

Selain membutuhkan bantuan logistik, Kusaeri juga menyebut warganya membutuhkan bantuan tenaga kesehatan. Ia melihat warganya yang sakit belum mendapat penanganan.

"Yang sakit ada tadi saya liat ada warga saya selama ini dia belum ada penanganan nih, cuma saya juga belum ketemu lagi nih sama warga saya yang sakit dia ditaruh dimana," jelasnya.

Air mulai naik sekitar pukul 14.00 WIB, satu jam kemudian air meninggi hingga masuk ke pemukiman. Ketinggian banjir di pemukiman warga diperkirakan mencapai 3 meter.

Air naik sekitar dari jam 2 (siang) udah mulai tuh, cuma belum besar ya, pas begitu udah jam 3 (sore) atau jam 4 (sore) udah mulai masuk ke kampung, cepat air naiknya," kata Kusaeri.

Untuk bertahan melewati malam, warga mendirikan posko-posko pengungsian dengan alat seadanya. Beberapa warga juga ada yang menggelar karpet di pinggir jalan untuk bermalam dengan keluarganya.

"Untuk posko pengungsian sementara ini kita tempat di sini cuma nggak semua di sini kadang-kadang ada juga tuh yang di pinggir-pinggir, di rumah-rumah. Ada yg sama saudaranya," tuturnya.

Pukul 19.00 WIB air masih terlihat menggenangi jalan. Arus air yang masuk ke pemukiman juga masih deras. Di lokasi aliran listrik belum menyala dan di beberapa titik sinyal telepon seluler tidak ada.

Src

Load comments