Progres Vaksinasi Lansia di Bali Lambat, Ini Langkah Satgas COVID

Progres Vaksinasi Lansia di Bali Lambat, Ini Langkah Satgas COVID


 Denpasar - Khabarberita.com | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali kini sedang menjalankan vaksinasi COVID-19 tahap kedua sesuai arahan Menteri Kesehatan. 


Namun vaksinasi tahap kedua di Bali yang diprioritaskan di Kota Denpasar khususnya kepada lanjut usia (lansia) berjalan cukup lambat.

"Tapi kami mengevaluasi progres vaksinasi Lansia ini, progresnya lambat. Sementara vaksin yang tersedia masih tersisa cukup banyak," kata Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra di Gedung Nari Graha, Denpasar, Sabtu (6/3/2021).

Dewa Indra mengatakan, lambatnya proses vaksinasi lansia karena harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Kemudian vaksinasi lansia ini juga harus dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes), baik di puskesmas maupun rumah sakit (RS).

Mengapa demikian? Karena lansia termasuk kelompok yang beresiko kalau vaksin. Kan setelah vaksinasi menunggu 30 menit. Kalau ada gejala sesuatu yang berisiko maka tempatnya sudah di puskesmas, tempatnya di RS sehingga cepat ditangani," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali itu.

Seiring dengan lambatnya progres vaksinasi lansia, pihaknya kemudian melakukan pengembangan sasaran vaksinasi ke kabupaten/kota di seluruh Bali. Karena itu, pihak kabupaten/kota di Bali kini juga mulai melakukan vaksinasi.

"Jadi untuk lansia (tetap) berjalan, kemudian kita kembangkan juga untuk kabupaten/kota. Dari pada vaksinnya nganggur menunggu lansia maka ini kita didistribusikan ke kabupaten/kota. Dan kabupaten/kota juga melaksanakan vaksinasi," tuturnya.



Di sisi lain, pihaknya secara khusus di Kota Denpasar juga melakukan upaya percepatan vaksinasi. Hal itu dilakukan karena di Denpasar dinilai sedikit terlambat sehingga dibantu oleh Pemprov Bali. Percepatan itu dilakukan dengan membuka beberapa pos vaksinasi.

Menurut Dewa Indra, ada beberapa pos vaksinasi yang dibuat oleh Pemprov Bali. Pos tersebut berada di Gedung Nari Graha, UPT Kesehatan Tradisional Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Udayana (Unud). Pihaknya juga akan membuka pos pelayanan vaksinasi di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa awal pekan nanti.

"Tujuannya adalah untuk percepatan supaya lebih banyak lagi warga masyarakat kita yang bisa divaksin," kata mantan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali itu.



Untuk diketahui, sesuai dengan Data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, jumlah sasaran vaksinasi tahap kedua yakni sebanyak 663.169 sasaran. Dari jumlah tersebut, 340.683 sasarannya adalah para Lansia.

Selain Lansia, sasaran vaksinasi tahap kedua di Bali juga ditujukan kepada pendidik 79.185 sasaran, pedagang pasar 75.757 sasaran, tokoh agama 1.240 sasaran, DPRD 411 sasaran dan aparatur sipil negara (ASN) 54.444 sasaran, aparat keamanan 23.201 sasaran, pelayanan publik 53.582 sasaran, transport publik 27.554 sasaran, atlet 50 sasaran serta pekerja pariwisata sebanyak 7.062 sasaran.

Src

Load comments