Atalarik: Anak-anak Saya Dijemput Paksa Seperti Teroris

Atalarik: Anak-anak Saya Dijemput Paksa Seperti Teroris

 

Jakarta, khabarberita.com -- 

Atalarik Syach mengklaim sang mantan istri, Tsania Marwa, m

enjemput paksa kedua anaknya pada Kamis (29/4) seperti bandar narkoba atau teroris. Hal tersebut disampaikan Atalarik dalam unggahan di media sosialnya pada Senin (3/5).

Dalam unggahan tersebut Atalarik mempermasalahkan sikap petugas Agama Cibinong dalam melaksanakan eksekusi terhadap anaknya. Atalarik menilai tindakan petugas dalam eksekusi tersebut tak ubahnya dengan aksi eksekusi tanah atau barang yang melibatkan puluhan polisi dari Polres Cibinong dan PROVOS.

Hal itu dianggap berlebihan dan memancing kerusuhan serta menimbulkan keresahan terhadap anak-anaknya.

"Tanpa mempedulikan pengaruh psikologis terhadap anak-anak saya yang berusia 8 tahun dan 5 tahun, padahal anak-anak sudah berteriak puluhan kali menolak terang-terang ikut ibunya," tulis Atalarik.

Atalarik melanjutkan bahwa kehadiran petugas saat itu telah menimbulkan keributan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya seperti aksi petugas dalam melakukan penggerebekan.

"Tindakan tersebut bagai tindakan penggerebekan sarang narkoba atau teroris...coba pikir bersama, anak-anak saya justru akan dieksekusi dari rumah mereka sendiri," tulis Atalarik.

Atalarik keberatan atas tindakan petugas yang menurutnya seperti sedang unjuk kekuatan di depan umum dan media sosial itu telah mencemari ketenangan di rumahnya.

Dalam unggahan ini, Atalarik juga mencatut beberapa pasal dalam undang-undang yang telah dilanggar oleh petugas dalam melaksanakan eksekusi terhadap anak-anaknya.

"Tindakan Pengadilan Agama Cibinong dalam melaksanakan Eksekusi terhadap anak-anak saya dengan mengerahkan puluhan POLISI dari POLRES Cibinong dan PROVOS yang berseragam lengkap adalah melanggar UU Perlindungan Anak, UU Peradilan Anak dan UU yang relevan dengan tindakan tersebut," tulis Atalarik.

Di akhir suratnya, Atalarik Syach berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi pada waktu mendatang.

"Harapan saya, pemerintah dapat melakukan perbaikan dalam mewujudkan jalannya sistem yang lebih baik dan sehat," tutup Atalarik.




Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Tsania Marwa menunaikan haknya untuk menjemput kedua anaknya, Syarief dan Shabira di rumah Atalarik pada Kamis (29/4) lalu.

Hal itu dilakukan karena Tsania memenangkan kasasi hak asuh anak sesuai keputusan Pengadilan Agama Cibinong.

Kala itu, Tsania hadir bersama beberapa orang polisi serta perwakilan dari Pengadilan Agama Cibinong untuk membawa pulang kedua anaknya. Namun, kedua buah hatinya itu takut dan enggan keluar kamar.

Syarief dan Shabira merupakan buah hati Atalarik Syach dan Tsania Marwa yang menikah pada 10 Februari 2012. Namun, lima tahun berselang Atalarik dan Tsania bercerai tepatnya pada 15 Agustus 2017 di Pengadilan Agama Cibinong.

src

Load comments