Kemenkes Masih Godok Harga Vaksin Gotong Royong

Kemenkes Masih Godok Harga Vaksin Gotong Royong

 

Jakarta, khabarberita.com -- Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut saat ini pemerintah belum bisa memberikan kepastian harga vaksin gotong royong lantaran masih digodok oleh Kementerian Kesehatan.

Indonesia dalam hal ini sudah mengantongi komitmen kedatangan vaksin vaksin gotong royong sebanyak 40 juta dosis vaksin. Komitmen puluhan juta dosis vaksin itu datang dari perusahaan farmasi asal China Sinopharm dan CanSino, serta vaksin buatan produksi Rusia, Sputnik V.

"Peraturan Menteri Kesehatan terkait harga vaksin gotong royong sedang dibahas oleh Kementerian Kesehatan, dan akan diumumkan setelah ada keputusan resmi," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal Sekretariat Presiden, Kamis (6/5).

Kementerian Kesehatan juga masih belum merampungkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) soal pelaksanaan vaksin Gotong Royong dan masih dalam tahap finalisasi.

Sementara terkait teknis pelaksanaannya, Wiku juga belum bisa memberikan banyak bocoran, sebab aturan teknisnya saat ini tengah digodok oleh PT Bio Farma (Persero) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

"Pelaksanaan vaksinasi sedang dikoordinasikan antara PT Bio Farma dan Kadin," kata dia.

Vaksin Gotong Royong merupakan program vaksinasi mandiri dari pemerintah, sesuai dengan Kepmenkes Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 dalam Rangka Pengendalian Pandemi.

Dalam beleid tersebut, vaksinasi mandiri dilakukan oleh badan usaha atau perusahaan sehingga pembiayaannya ditanggung oleh perusahaan.

Dalam hal ini, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga memastikan vaksin gotong royong akan dimulai pada 17 Mei 2021, persis setelah perayaan Lebaran. Pernyataan itu sekaligus membantah informasi yang beredar bahwa vaksin mandiri tersebut dimulai pada 9 Mei 2021.

src

Load comments