DomaiNesia

Gelombang Infeksi Baru Muncul, WHO: Covid-19 Masih “Berjalan Bebas"

Gelombang Infeksi Baru Muncul, WHO: Covid-19 Masih “Berjalan Bebas"

 

khabarberita.com - WHO menyuarakan keprihatinannya setelah diketahui gelombang infeksi Covid-19 baru kembali muncul, yang menurut organisasi kesehatan dunia itu menjadi bukti kalau virus tersebut masih “berjalan bebas”.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, dia khawatir bahwa jumlah kasus terus meningkat, memberikan tekanan lebih lanjut pada sistem kesehatan dan pekerja.

"Gelombang baru virus menunjukkan lagi bahwa Covid-19 belum berakhir," katanya pada konferensi pers, menambahkan: "Ketika virus mendorong kita, kita harus mendorong kembali."

“Virus ini berjalan bebas dan negara-negara tidak secara efektif mengelola beban penyakit berdasarkan kapasitasnya, baik dari segi rawat inap untuk kasus akut maupun peningkatan jumlah orang dengan kondisi pasca-Covid, yang sering disebut sebagai Long Covid,” katanya.

"Ketika penularan Covid-19 dan rawat inap meningkat, pemerintah juga harus menerapkan langkah-langkah yang telah dicoba dan diuji seperti penggunaan masker, peningkatan ventilasi, dan protokol pengujian dan perawatan," tegas Tedros.

Komite darurat WHO untuk Covid-19 bertemu pada hari Jumat melalui konferensi video dan memutuskan bahwa pandemi tetap menjadi Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional, yang merupakan peringatan tertinggi yang dapat disuarakan WHO.

Direktur kedaruratan WHO Michael Ryan mengatakan pada pertemuan itu, kasus Covid-19 global yang dilaporkan ke WHO meningkat 30 persen dalam dua minggu terakhir, sebagian besar didorong oleh subvarian Omicron BA.4, BA.5 dan dan pencabutan kebijakan kesehatan masyarakat dan langkah-langkah sosial.

Ryan mengatakan, perubahan baru-baru ini dalam kebijakan pengujian menghambat deteksi kasus dan pemantauan evolusi virus.

Komite menekankan, perlunya mengurangi penularan virus karena implikasi dari pandemi yang disebabkan oleh viruspernapasan baru tidak akan sepenuhnya dipahami, kata WHO dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.

Kelompok tersebut menyuarakan keprihatinan atas pengurangan tajam dalam pengujian, yang mengakibatkan berkurangnya pengawasan dan pengurutan genom.

"Ini menghambat penilaian varian virus yang saat ini beredar dan muncul," kata WHO.

src

Load comments