DomaiNesia

Kebutuhan Publik Atas Informasi Dinilai Sangat Masif

Kebutuhan Publik Atas Informasi Dinilai Sangat Masif

 

khabarberita.com | Publik kini tengah memasuki era disrupsi informasi. Terkait hal itu, kebutuhan publik atas informasi di era saat ini dinilai sangat masif. 

Hal itu disampaikan oleh Direktur Pemberitaan MNC Group, Prabu Revolusi saat agenda workshop yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) bertajuk “Sinergi Bersama Ciptakan Komunikasi Publik yang Efektif” di Rumah Makan Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2022).

“Di era disrupsi seperti sekarang ini, kebutuhan publik atas informasi sangat masif, sangat kuat,” ungkap Prabu.

Oleh sebab itu, dia memandang penting soal pentingnya menyediakan sumber yang dapat menyampaikan informasi secara valid ke publik. Dia mengingatkan soal efek negatif yang dapat ditimbulkan apabila publik tidak disediakan sumber informasi valid.

“Kalau tidak disediakan oleh sumbernya, publik akan mencari tahu dengan caranya sendiri dan itulah kemudian muncul yang namanya hoax dan macam-macam,” tuturnya.

Terkait polemik hoax, dia menyinggung soal indeks kebebasan pers Indonesia yang menurun. Diketahui, data dari Reporters Without Borders (RSF) menunjukkan data indeks kebebasan pers Indonesia turun dari 62,60 pada 2021 menjadi 49,27 pada 2022

Peringkat Indonesia pada indeks tersebut pun turut turun dari 2021 di posisi 113 menjadi 117 pada 2022 dari total 180 negara. Prabu mengatakan turunnya indeks kebebasan pers Indonesia itu justru terjadi di tengah riuhnya ruang publik nasional.

Kok turun indeks kebebasan persnya? Itu salah satunya dikarenakan kekacauan informasi. Informasi yang muncul di publik itu kacau,” ujar Prabu.

Kekacauan tersebut mencuat karena informasi datang dari berbagai sumber, baik itu resmi dan tidak resmi. Dia mewanti-wanti ke pemerintah terkait dengan polemik tersebut.

“Masalahnya sumber resminya kadang dikasih jarak samapemerintah, ada jaraknya. Lupa bahwa di era disrupsi media, disrupsi informasi, sumber informasi itu bukan hanya datang dari instansi media pers, tetapi informasi muncul dari partisipasi, citizen journalist,” katanya.

src

Load comments