DomaiNesia

Satgas IDI Sebut Peningkatan Kasus Covid-19 Masih Dipicu BA.4 dan BA.5

Satgas IDI Sebut Peningkatan Kasus Covid-19 Masih Dipicu BA.4 dan BA.5

 

khabarberita.com | Peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 yang mencapai 5.410 kasus dan kasus aktif mencapai 36.781 kasus per Kamis (21/7/2022), masih dipicu oleh subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. 

Sedangkan subvarian BA.2.75 yang baru ditemukan tiga kasus di Indonesia belum berpengaruh terhadap penularan virus corona di Tanah Air.

Hal itu dikatakan Ketua Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban , Kamis (21/7/2022).

Zubairi mengatakan berkaca dari peningkatan kasus subvarian BA.2.75 diberbagai negara termasuk India, peningkatan subvarian tersebut tidak terlalu tinggi. Bahkan di negara lain kasus subvarian BA.2.75 masih sangat rendah.

"Di negara lain masih satu atau dua kasus yang ditemukan bisa dikatakan belum masuk sebagai variant of concern, masih variant of interest atau masih dimonitor karena kasus masih sedikit. Sekarang ini mayoritas masih BA.4 dan BA.5. Jadi untuk Indonesia juga sama karena BA.2.75 itu baru ada tiga kasus," kata Zubairi.

Untuk itu, Zubairi memperkirakan indikasi subvarian Omicron BA.2.75 akan mendominasi kasus di Indonesia sepertinya tidak terjadi. Menurutnya, kasus subvarian Omicron BA.2.75 ditemukan per bulan Mei 2022 di India, namun hingga Juli 2022 tidak mendominasi penularan. Sementara varian sebelumnya sangat cepat mengambil alih dominasi kasus.

Kendati demikian, Zubairi menuturkan tren peningkatan kasus Covid-19 yang meningkat ini harus tetap diwaspadai. Sebab, kenaikan kasus global juga meningkat tinggi.

Sementara terkait dengan perkiraan puncak gelombang keempat, Zubairi menuturkan masih sulit diprediksi. Apalagi testing masih rendah hanya 25.000 orang melakukan swab PCR per hari.

"Berapa hari yang lalu malah hanya sekitar 10.000-15.000. Padahal saat Omicron awal pernah mencapai 95.000 orang yang di-testing," ucapnya.

Untuk itu, Zubairi mengusulkan upaya testing dan tracingditingkatkan, sehingga kasus ditemukan lebih dini dan segera melakukan isolasi. Dengan begitu, tidak terjadi penularan.

Selain testing dan tracing, Zubairi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan protokol kesehatan (prokes) memakai masker. Masyarakat yang belum divaksinasi primer atau dua dosis dan booster untuk segera melakukan vaksin.

"Karena sudah terbukti, orang sudah di-booster meski masih tertular, tetapi tidak bergejala berat. Hanya bergejala ringan," ucapnya.

src

Load comments