DomaiNesia

"Survei Charta: Bobby Nasution Ungguli Edy Rahmayadi di Sumut"

"Survei Charta: Bobby Nasution Ungguli Edy Rahmayadi di Sumut"

 


Khabarberita.com -  Hasil survei Charta Politika menyatakan Wali Kota Medan, Bobby Nasution memiliki elektabilitas tertinggi jika maju menjadi calon gubernur Sumatera Utara.

Survei merupakan jawaban responden jika Pilkada Sumatera Utara dilakukan di hari saat survei dilakukan.

Hasilnya, elektabilitas Bobby Nasution mencapai 29 persen. Diikuti Gubernur Sumut Edy Rahmayadi 28,2 persen, Wagub Sumut Musa Rajekshah 28,2 persen

Lalu anggota DPR RI fraksi PDIP Sihar Sitorus 2 persen, Gus Irawan Pasaribu 1,1 persen, Prananda Surya Paloh 0,5 persen dan Martin Manurung 0,4 persen.

Ada 0,1 persen menjawab tokoh lainnya dan 20,4 persen responden yang tidak menjawab.

Diketahui, Bobby Nasution merupakan menantu dari Presiden Joko Widodo. Dia ikut dan memenangkan Pilkada Medan pada 2020 bersama Aulia Rachman.

Sementara Edy Rahmayadi merupakan gubernur Sumatera Utara yang menjabat sejak 2018 lalu bersama Musa Rajekshah.



Elektabilitas Cagub Lampung-Sumsel

Charta Politika juga melakukan survei di Lampung serta Sumatera Selatan terhadap tokoh-tokoh jelang Pilkada 2024 mendatang.

Di Lampung, Gubernur Arinal Djunaidi memiliki elektabilitas tertinggi yaitu 34 persen.

Diikuti Herman HN 27 persen, Ridho Ficardo 10,1 persen, Chusnunia Chalim 8 persen, Umar Ahmad 3,3 persen, Bachtiar Basri 2 persen, Dendi Romadhona 1,8 persen, Alzier Danist 0,3 persen dan Edy Irawan Arief 0,1 persen. Ada 12,6 persen responden yang tidak menjawab.

Lalu di Sumsel, tokoh dengan elektabilitas tertinggi jika menjadi calon gubernur adalah Gubernur Herman Deru.

Diikuti Eddy Santana Putra 6,4 persen, Tantowi Yahya 5,9 persen, Harnojoyo 4,6 persen, Ishak Mekki 4,1 persen, Mawardi Yahya 3,3 persen, SN PRana Putra Sohe 2,8 persen, Aswari Rivai 2,5 persen. Ada 6,6 persen responden yang tidak menjawab.

Survei dilakukan sepanjang 2-7 Juni 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 800 responden di Sumatera Utara.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur disertai protokol kesehatan yang ketat. Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) pada tingkat kepercayaan 95 persen. src

Load comments