DomaiNesia

Indonesia Belum Capai Puncak Gelombang Keempat Covid-19

Indonesia Belum Capai Puncak Gelombang Keempat Covid-19

 

khabarberita.com Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air, hingga saat ini belum mencapai puncak gelombang keempat.

“Saat ini saya melihat belum (mencapai puncak) dan bahkan ada kemungkinan akhir Agustus 2022 meningkat,” kata Dicky , Kamis (11/8/2022).

Dicky menuturkan, kasus Covid-19 Indonesia masih fluktuatif saat ini karena testing rendah. Keterbatasan testing ini sangat menyulitkan untuk mengetahui kondisi kasus di lapangan.

Selain itu, cakupan vaksinasi yang semakin tinggi berdampak pada kekebalan imunitas masyarakat. Masyarakat yang telah divaksin dan terinfeksi Covid-19 atau kembali reinfeksi bergejala rendah. Pada umumnya, masyarakat tidak melakukan pemeriksaan sehingga kasus tidak terdata.

Dikatakan Dicky, perkiraan kasus Covid-19 di Indonesia masih terus meningkat karena berkaca dari negara lain. Kendati demikian, Dicky menuturkan puncak gelombang keempat tidak akan sama seperti gelombang sebelumnya. Pasalnya, saat ini masyarakat sudah memiliki imunitas tubuh.

Oleh karena itu, Dicky menuturkan, puncak gelombang keempat bukan menjadi patokan kasus Covid-19 Indonesia akan selesai. Namun, perlu tetap mengantisipasi kemunculan varian baru dan lainnya yang memungkinkan ada gelombang berikutnya.

“Bicara puncak gelombang, ini bisa ada gelombang berikut ada selama dunia masih rawan dan cakupan vaksinasi global masih belum ideal. Mencapai puncak bukan masalah Covid-19 selesai tetapi setelahnya,’ papar Dicky.

Menurut Dicky, jika testing ditingkatkan, maka puncak kasus Covid-19 diperkirakan melebihi 20.000 kasus per hari. Hal ini berkaca dari peningkatan kasus Covid-19 di Australia.

“Di Australia, negara bagian dengan penduduk hanya 5 juta sehari bisa 18.000 kasus. Apalagi Indonesia, kalau Indonesia 20.000 karena enggak ada target peningkatan testing,” ucapnya.

Dicky berharap pemerintah menyampaikan strategi komunikasi resiko yang sebenarnya. Dalam hal ini, menjelaskan jika kasus konfirmasi Covid-19 di Tanah Air rendah bukan karena kasus sudah melandai, tetapi masyarakat yang terinfeksi tidak ke rumah sakit serta rendahnya testing.

Untuk itu, upaya protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), dan 3T (testing, tracing dan treatment) serta vaksinasi tetap harus ditingkatkan.

src

Load comments