DomaiNesia

Optimis Kenaikan Harga BBM Tak Ganggu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Optimis Kenaikan Harga BBM Tak Ganggu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Khabarberita.com | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan merasa optimis, pertumbuhan ekonomi Indonesia tak akan terganggu meski adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

"Kita juga memprediksi, walaupun mungkin nanti akan ada kenaikan penyesuaian harga BBM, kita kelihatannya (pertumbuhan ekonomi) masih bisa pada kuartal ke depan tahun ini lebih baik dari 5,44 persen," kata Luhut dalam keterangan persnya secara virtual, belum lama ini.

Luhut mengatakan, aktivitas masyarakat dan pengendalian pandemi Covid-19 akan mendorong ekonomi Indonesia kuartal ketiga tumbuh lebih baik dari kuartal II-2022.

"Itu kita yakin karena kita lihat mobilitas masyarakat keluar rumah. Kita lihat kondisi pandemi lebih terkendali lebih baik daripada varian Delta dan Omicron. Sehingga kegiatan kita di Bali, makanya airport kemarin 80 persen pulih dari waktu yang lalu," ucapnya.

Tak sampai disitu, politikus senior Partai Golkar ini mengungkapkan, kinerja ekspor Indonesia juga mendorong optimisme pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada kuartal III-2022.

Ia lantas menyebut kinerja ekspor Indonesia tinggi dan stabil selama pandemi Covid-19.

"Kinerja ekspor merupakan kinerja tertinggi di dunia. Ini tidak pernah kita duga juga sebenarnya," tegasnya.

Mantan Menko Polhukam ini menyebutkan, ada empat hal yang membuat kinerja ekspor Indonesia terus tumbuh.

"Kenapa? karena banyak hal. Satu, commodity price. Kedua, hilirisasi kita mulai membuahkan hasil. Ketiga, efisiensi kita dengan banyak digital. Keempat itu, dana desa. Dana desa itu saya kira uang berputar di lebih 7.000 desa itu membuat kegiatan ekonomi di desa juga jalan," tutupnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada kuartal II 2022, ekonomi RI tumbuh 5,44 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini sejalan dengan indikator menurut lapangan usaha yang trennya tumbuh positif.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan seluruh leading sector yaitu industri, pertambangan, pertanian, perdagangan, dan konstruksi melanjutkan tren pemulihan, meski memang terjadi perlambatan pada industri pengolahan.

Ia menjelaskan, industri pengolahan masih menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi RI dengan porsi 17,84 persen. Industri pengolahan tumbuh 4,01 persen (yoy), melambat dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,07 persen (yoy).

 Src

Load comments