DomaiNesia

Revitalisasi Kota Tua, Pemprov DKI Muliakan Pejalan Kaki

Revitalisasi Kota Tua, Pemprov DKI Muliakan Pejalan Kaki



Khabarberita.comRevitalisasi kawasan Kota Tua di Jakarta Barat dan Jakarta Utara bukan hanya perkara pembangunan fisik melainkan juga dilakukan untuk mengubah mindset masyarakat bahwa sejatinya memuliakan pejalan kaki adalah indikasi kota modern.


Pembangunan fisik berupa penataan jalan, trotoar, dan drainase di kawasan Kota Tua pada dasarnya memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat pejalan kaki dalam mengakses kawasan Kota Tua secara menyeluruh.
Jalur sepeda Kota Tua setelah direvitalisasi.

“Demi memuliakan para pejalan kaki, sepanjang daerah trotoar di Kawasan Kota Tua direvitalisasi. Dengan revitalisasi ini orang akan menjadi merasa nyaman untuk mengakses Kawasan Kota Tua,” kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho,akhir pakan lalu.

Pascarevitalisasi, Kota Tua Jakarta menjadi terkoneksi dengan transportasi umum. Kawasan tersebut kini langsung terhubung dengan stasiun kereta di mana warga mengakses KRL Commuter Line serta halte Transjakarta.

"Hal ini tentunya demi memudahkan mobilitas pengunjung yang hendak berkunjung ke kawasan Kota Tua Jakarta. Tidak hanya pelancong lokal, juga mancanegara," kata Hari Nugroho.

Pantauan Beritasatu.com, kawasan tersebut kini menjadi lebih segar, indah, dan ramah untuk para pengunjung. Sepanjang jalan Kota Tua menuju Gedung Bank BNI yang dulu dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat, kini berubah menjadi kawasan pejalan kaki dan pesepeda. Jalur pedestrian semakin tertata apik.

Trotoar dilengkapi dengan jalur pesepeda serta ubin pengarah bagi penyandang disabilitas. Tidak tampak adanya pedagang kaki lima (PKL) menempati area sekitar trotoar.


Pepohonan kecil di sepanjang jalan tersebut memberi suasana segar. Bangunan lama yang dulu merupakan gedung tua suram dan menakutkan telah disulap menjadi gedung yang rapi dan benar-benar indah dilihat.

Memuliakan pejalan kaki juga terbukti dari upaya menyediakan kawasan dengan udara bersih. Pedestrian tidak diselubungi asap kendaraan.

Kawasan Kota Tua, kata Hari Nugroho, telah memberlakukan Kawasan Rendah Emisi atau Low Emission Zone (LEZ). Tujuan pemberlakuan wilayah LEZ adalah untuk meningkatkan kualitas udara di sekitar kawasan tersebut.

Ia menjelaskan, sejumlah jalan yang tadinya dapat dilalui kendaraan bermotor seperti Jalan Kemukus, Jalan Lada, dan Jalan Ketumbar disulap menjadi pedestrian atau trotoar yang diperuntukan bagi pejalan kaki.


"Kini lebih nyaman ke Kota Tua dengan naik transportasi umum terintegrasi, seperti KRL, Transjakarta atau bersepeda. Karena Kota Tua telah ditetapkan sebagai Kawasan Rendah Emisi (KRE) dan menjadi salah satu simpang temu berbagai moda transportasi publik," papar Hari Nugroho.

Pembatasan juga diberlakukan untuk kendaraan bermotor yang melalui kawasan wisata Kota Tua Jakarta. Tujuannya untuk mengurangi tingkat kemacetan di kawasan wajah baru Kota Tua Jakarta.

Kini kendaraan bermotor tidak bisa lewat. Kantong parkir yang tersedia cukup jauh.


Hari Nugroho meminta warga memarkirkan kendaraan di stasiun dan terminal kemudian agar menggunakan transportasi umum menuju ke Kota Tua.

"Konsepnya memang transportasi publik. Bila ke Kota Tua, tinggalkan kendaraan pribadi di rumah atau di fasilitas park and ride yang tersedia di berbagai stasiun dan terminal yang relatif jauh," ujarnya.

Ia mengatakan besarnya manfaat LEZ akan terasa lebih banyak jika konsep tersebut diterapkan di tempat selain kawasan Kota Tua.

"Warga akan mendapatkan ruang kota yang lebih segar, bisa menghirup udara, bebas dari lalu-lalang kendaraan bermotor, serta kualitas lingkungan kota yang lebih sehat," tambah Hari.


Seperti diberitakan sebelumnya, program revitalisasi Kota Tua di kawasan Jakarta Barat dan Utara dinyatakan telah selesai 100%. Program tersebut menghabiskan biaya sebesar Rp 102 miliar.

Revitalis yang telah rampung ini hanya penataan jalur pedestrian beserta fasilitas umum, bukan revitalis gedung-gedung tua. 

Dinas Bina Marga menata jalur pedistrian Kota Tua sepanjang 2.110 meter atau lebih dari 2 km. Lebar plasa antara 11 meter hingga 27 meter. Sedangkan lebar trotoar antara 2 meter hingga 5 meter. Kondisi ini tentu memanjakan para pejalan kaki.

Src

Load comments