DomaiNesia

5 Perusahaan Pinjol Jerat Ratusan Mahasiswa IPB hingga Miliaran Rupiah

5 Perusahaan Pinjol Jerat Ratusan Mahasiswa IPB hingga Miliaran Rupiah


Khabarberita.comAda lima perusahaan pinjol (pinjaman online) yang menjerat mahasiswa IPB hingga miliaran rupiah.

Polresta Bogor Kota menyebutkan, saat ini ada perusahaan lima pinjol yang dipakai para mahasiswa dan investor lain di akun toko online milik SAN. 


PHasil pinjaman uang di lima perusahaan pinjol tersebut ditransfer kepada terlapor SAN dengan iming-iming akan dibayarkan 10 persen dari hasil keuntungannya.

Hingga saat ini, Polresta Bogor Kota telah menerima dua laporan resmi dan 29 laporan pengaduan dari 311 mahasiswa IPB.

Mahasiswa IPB itu mengaku terjeratpinjol akibat ingin investasi di salah satu akun toko online dengan iming-iming keuntungan 10 persen tetapi tidak menerimanya sesuai janji.

Wakapolresta Bogor Kota AKBP Ferdy Irawan di Mapolresta Bogor Kota, Selasa (15/11/2022), menerangkan, dua laporan resmi telah masuk sejak akhir Oktober 2022. Kini, sedang dalam pencarian terlapor pemilik akun toko onlineberinisial SAN untuk dimintai keterangan.

"Berdasarkan pelaporan pelapor atau korban, ini jumlah korban yang berhasil didata 311 orang dan itu sebagian besar, tidak semuanya, mahasiswa IPB. Terlapornya sama SAN," ujar AKBP Ferdy.


Wakapolresta Bogor itu menjelaskan total uang dari sebagian besar mahasiswa IPB yang diduga tertipu toko online SAN sebesar Rp 2,1 miliar dari 311 korban.

Modus SAN kepada korbannya kerja sama awalnya tidak terkait dengan pinjol. Terlapor menawarkan kerja sama secara online dengan bagi hasil 10 persen.

Namun, kata AKBP Ferdy, kemudian syarat yang disampaikan oleh SAN ini bahwa para pelapor atau para korban ini harus mengajukan pinjaman di pinjol.

Faktanya, kata AKBP Ferdy, setelah mereka pinjam online dan mengirimkan sejumlah dana kepada SAN, pemilik akun toko online itu tidak membayarkan sesuai janjinya yang 10 persen.

Sementara, hingga sekarang, para korban punya kewajiban ataupun ditagih oleh pihak aplikasi untuk membayarkan kewajiban pinjaman online mereka yang sudah diajukan beberapa saat sebelumnya.

"Pasal yang kami sangkakan sementara, 372 dan 378 tentang penipuan dan penggelapan," katanya pula.

Src

Load comments