DomaiNesia

Organ Dalam Keluarga Tewas Diracun di Magelang Terbakar

Organ Dalam Keluarga Tewas Diracun di Magelang Terbakar


Khabarberita.com Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jateng memastikan tiga orang sekeluarga yaitu Abas Azhar (58), Heri Riyani (54) dan anaknya Dhea Karunisa (25) meninggal dunia karena zat beracun. Kepastian satu keluarga tewas diracun itu diketahui dari autopsi terhadap ketiga korban.


Dari autopsi yang dilakukan, organ dalam ketiga korban kondisinya memerah seperti terbakar. Hal ini menunjukkan adanya zat beracun yang masuk ke tubuh ketiga korban yang meninggal dunia di Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Senin (28/11/2022) lalu.

“Kemarin ada tiga jenazah meninggal tidak wajar dan setelah kami autopsi, hasilnya mereka semua meminum air atau cairan yang ada racunnya. Hal itu terlihat dari saluran pernafasan atas dari bibir hingga lambung, kondisinya berwarna kemerahan seperti terbakar. Kemudian dari paru, jantung, hati otak itu ada racunnya,” ungkap Kepala Biddokkes Polda Jateng, Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti.

Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti mengatakan kerusakan pada organ dalam mulai dari tenggorokan, lambung, usus, hati, jantung, paru dan otak, terjadi sangat cepat sekitar 15 hingga 30 menit. Kerusakan organ dalam keluarga tewas di Magelang itu disebabkan teh dan kopi yang mereka minum berdasarkan pengakuan pelaku.


"Kemudian juga terdapat gelas sisa teh dan kopi. Untuk durasinya sangat cepat, sekitar 15 sampai 30 menit kemudian merusak organ dalam. Ini kadarnya sangat mematikan, karena tiga orang dewasa yang meninggal dunia akibat meminum cairan tersebut,” tuturnya.

Terkait jenis racun yang digunakan tersangka yaitu anak kedua korban bernisial DDS (22), Kabiddokkes Polda Jateng masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan forensik.

“Kalau ditanya racunnya jenis apa? Itu nanti yang memeriksa laboratorium dan forensik. Tetapi yang jelas cara kematian, penyebab kematiannya itu karena zat beracun,” jelas Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti.

Saat ini kepolisian sudah menetapkan DDS yang merupakan anak kedua korban, sebagai tersangka pembunuhan berencana kedua orang tuanya dan kakak pertamanya. DDS kini masih ditahan di Mapolresta Magelang untuk dimintai keterangan.

Src

Load comments