DomaiNesia

Cuaca Ekstrem, Penyeberangan Merak-Bakauheni Dihentikan

Cuaca Ekstrem, Penyeberangan Merak-Bakauheni Dihentikan


Khabarberita.comRatusan kendaraan pribadi terlihat menumpuk di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Kota Cilegon Banten, usai otoritas pelabuhan mengumumkan penutupan pelayanan penyeberangan Merak-Bakauheni karena kondisi cuaca ekstrem.

Kebijakan ini berlaku dari pukul 17.30 WIB sampai batas waktu yang ditentukan. Selain itu, dilakukan penundaan aktivitas bongkar muat kapal yang juga berlaku untuk seluruh dermaga baik eksekutif maupun reguler di lintas Merak-Bakauheni.

Berdasarkan data BMKG, kecepatan angin di perairan Merak yang mencapai 30 knot dengan ketinggian gelombang 2,5 meter. Kondisi gelombang tersebut bisa menimbulkan bahaya bagi armada penyeberangan Merak-Bakauheni.


Dampak penghentian aktivitas pelayanan di Pelabuhan Merak ini, membuat ratusan calon pengguna jasa tampak menunggu di luar kendaraan yang akan membawanya ke daerah tujuan. Diiketahui, penundaan jadwal angkutan kapal ini sudah tiga kali terjadi di lintas Merak-Bakauheni akibat cuaca ekstrem.

"Informasi dari BPTD untuk pelayanan penyeberangan dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni ditutup sementara dari pukul 17.30 sampai waktu yang belum bisa ditentukan," kata Petugas Posko SAR Merak, Fauzan Azqia,Sabtu (31/12/2022) malam.

Banyak calon penumpang yang akan mengisi masa libur malam pergantian tahun baru dalam kondisi panik dan takut dari dalam kendaraan mereka memilih keluar khawatir air terus naik. Sementara itu proses bongkar muat sempat memakan waktu lama saat gelombang terus alami peningkatan, yang membuat kendaraan tidak bisa masuk ke kapal sejak pukul tiga sore tadi menunggu keputusan otoritas pelabuhan.

"Untuk seluruh dermaga, jadi untuk bongkar (muatan kapal) saja, jadi tidak memuat (penumpang). Saat ini untuk ketinggian Gelombang diperkirakan 1,5 sampai 2,5 meter dan untuk kecepatan angin di 15-30 knot, tidak aman untuk melakukan penyebrangan dari Merak menuju Bakauheni," tandasnya.

Src

Load comments