DomaiNesia

Harga Minyak Mentah Anjlok, Pengusaha Ramai-ramai Jual SPBU

Harga Minyak Mentah Anjlok, Pengusaha Ramai-ramai Jual SPBU


Khabarberita.comMenurunnya harga minyak mentah dunia berdampak kepada pengusaha SPBU di Indonesia. Belakangan banyak pengusaha yang menjual SPBU di marketplace.

Penelusuran Beritasatu.com, menemukan sekitar 50 listing penjualan SPBU di marketplace olx.co.id dengan harga berkisar Rp 20 miliar hingga Rp 250 miliar. Mayoritas listing terjadi sejak November tahun lalu hingga 2 hari lalu.

Misalnya, sebuah SPBU di Mampang, Jakarta Selatan dengan luas tanah 5.781 m2 dijual dengan harga Rp 254,4 miliar sejak 16 November 2022. Ada juga yang menjual SPBU dengan luas tanah 1.350 m2 di kawasan Ciputat dengan harga Rp 27 miliar. 


Sementara itu, di Jl. TB Simatupang, Kampung Rambutan, Jakarta Timur, sebuah SPBU aktif seluas 3.000 m2 dijual dengan harga Rp 112 miliar.Iklan lainnya berbunyi "Jual Cepat SPBU Aktif 10 Nozzle Di Kawasan Ciputat Tangerang Selatan". SPBU seluas 1.350 m2 itu dijual dengan harga Rp 28 miliar.

Pada 19 Desember 2022, harga minyak mentah Brent mencapai 79,8 dolar AS per barel, dibandingkan dengan 75,19 dolar AS untuk minyak WTI dan 78,11 dolar AS untuk minyak mentah OPEC. Minyak mentah Brent Eropa, minyak mentah WTI AS, dan keranjang OPEC adalah tiga tolok ukur paling penting yang digunakan oleh pedagang sebagai referensi untuk harga minyak dan bensin. Pada Maret 2022, harga minyak melonjak ke level tertinggi (Brent US$ 123,21, OPEC US$ 126,51, WTI US$ 119,4) sejak 2008 akibat perang Rusia-Ukraina. Penurunan tercatat sejak Agustus mencerminkan ketidakpastian pasar atas resesi global menjulang.

Menteri BUMN, Erick Thohir merespons penurunan harga minyak mentah dengan mengumumkan penurunan harga BBM nonsubsidi. Harga Pertamax turun Rp 1.100 menjadi Rp 12.800 per liter. Pertamax Turbo juga turun dari Rp 15.200 per liter menjadi Rp 14.180 per liter.

Namun, turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ini, membuat pengusaha SPBU engaku merugi.

"Satu sisi pihak SPBU dirugikan karena kita sudah belanja dengan stok yang sudah penuh, tiba tiba harga turun. Kita beli dengan harga lama nih Rp 13.900, kini sudah turun dengan harga Rp 12.800, otomatis kita merugi Rp 1.100," kata Samsul, pengawas SPBU Ciceri, Kota Serang, Selasa (3/1/2022).

Src

Load comments