DomaiNesia

Plus Minus Konversi Motor Bensin ke Motor Listrik

Plus Minus Konversi Motor Bensin ke Motor Listrik


Khabarberita.comJakarta - Tak ada getaran dan tak ada suara dari sepeda motor Honda Vario 110 hasil konversi ke listrik yang saya kendarai di Bintang Racing Team (BRT), Sentul, Bogor awal pekan ini.

Rasanya, sama dengan mengendarai sepeda motor berbahan bakar bensin pada umumnya. Bedanya, Vario listrik ini bisa parkir mundur lho. Iya, parkir mundur.

Waktu gas ditarik, motor bisa berjalan mundur, nggak cuma maju saja. Tentu saja ada tombol yang harus ditekan bersamaan dengan gas, baru motor bisa mundur.

Secara tampilan masih terlihat seperti motor bensin. Tapi ada tambahan baterai di bagian dalam jok motor. Jadi ruang untuk penyimpanan di bawah jok sudah tidak berfungsi karena terisi alat konversi berupa baterai dan alat lainnya.

Owner Bintang Racing Team (BRT) Tomy Huang mengungkapkan untuk konversi motor bensin ke motor listrik ini perlu merogoh kocek mulai dari Rp 15 juta.

Dia mencontohkan jika setiap hari berjalan sekitar 60 km satu kali cas dibutuhkan biaya sekitar Rp 3.200. "Kalau pakai bensin sekitar Rp 10.000 dikali 2 yaitu Rp 20.000 dilawan Rp 3.200 per hari," kata Tomy kepada detikcom awal pekan ini.

Untuk kendaraan bermotor pasti dibutuhkan untuk maintenance oli, kampas rem, busi dan servis rutin. Nah dengan motor listrik ini maka orang bisa hemat Rp 10 juta dalam satu tahun.

Tomy menyebutkan, memang dalam waktu 3 tahun kemampuan baterai akan menurun. Kemudian di tahun ke-5 baterai harus diganti.

"Ganti baterai itu sekitar Rp 8 juta. Tapi sebenarnya saving yang bisa dilakukan itu Rp 30 juta. Kalau dikumpulin 5 tahun memang banyak. Tapi ada investasi di awal," ujar dia.


Untuk mengisi baterai dibutuhkan daya sekitar 450 watt dan bisa portable, tinggal colok dan tidak membutuhkan seperti pengisian di SPKLU.

Pendiri Elders Garage Heret Frasthio mengungkapkan konversi motor bensin ke listrik ini memang membuat pengguna motor hemat. Tetapi penghematan ini akan terasa pada tahun ketiga setelah konversi.

Selain itu proses pengisian ulang baterai juga lebih mudah. Bisa dilakukan di rumah dengan daya listrik yang tidak terlalu besar dan tak perlu penambahan daya listrik.

Proses pengisian juga membutuhkan waktu 4-5 jam untuk menempuh perjalanan 60 kilometer. Heret menyebutkan, saat ini Elders Garage masih membidik segmen orang yang hobi dengan motor-motor tua.

Heret menambahkan, motor listrik ini sama dengan motor biasa yang harus dirawat. "Misalnya kalau ada banjir, sama saja dengan motor biasa. Kita lihat nih kira-kira bisa nggak? Kalau masih se-kaki ya bisa lah. Tapi kalau sudah sedengkul ngapain juga kita lewat," ujar dia.

Saat ini Elders Garage sudah melakukan konversi sekitar 150 unit sepeda motor. Paling banyak Vespa dan Honda Grand sampai Astrea Prima dan Astrea Star.

Ke depan Elders akan melayani konversi mobil bensin ke mobil listrik. Kini sudah mengerjakan prototype untuk roda empat yang memang dikoleksi. Seperti Mini Cooper tua sampai mobil VW.

Src

Load comments